Latest Entries »

Inside The Milky Way (2010)

بسم الله الرحمن الرحيم

Sebuah film dokumenter yang mengupas tentang salah satu Galaksi yang memiliki diameter sekitar 100.000 tahun cahaya dengan salah satu bintang bernama Matahari yaitu Galaksi Bima Sakti kita atau dalam bahasa Inggris disebut Milky Way. Film ini, mengajak kita seolah-olah melakukan perjalanan ke luar angkasa untuk menyaksikan saat-saat penting dalam sejarah dari Bima Sakti di mana pandangan tertuju ke dalam jantung Bima Sakti untuk berburu lubang hitam super masif.

Tanpa berbasa-basi langsung sedot aja filmnya, silahkan download untuk menonton video ini.

http://www.filesonic.com/file/1995836451/Inside.the.Milky.Way.2010.BluRay.720p.x264.Ganool.com.mkv.001

http://www.filesonic.com/file/1995837781/Inside.the.Milky.Way.2010.BluRay.720p.x264.Ganool.com.mkv.002

http://www.filesonic.com/file/1995839541/Inside.the.Milky.Way.2010.BluRay.720p.x264.Ganool.com.mkv.003

Ketiga file ini tinggal digabungkan aja menjadi satu file…

atau kalau mau langsung digabungin bisa download di bawah ini.

http://www.filesonic.com/file/1995845161/Inside.the.Milky.Way.2010.BluRay.720p.x264.Ganool.com.mkv

Selamat menyaksikan semoga bermanfaat…

Pembagian Bintang

بسم الله الرحمن الرحيم

PEMBAGIAN BINTANG

Sudah sejak lama, beberapa bangsa seperti Bangsa Mesir, Babilonia, Cina, dan Yunani secara teliti mengamati benda-benda langit dan pergerakannya. Sejak saat itu Bangsa Yunani melakukan pengamatan dan perhitungan lebih cermat dan sistematik terhadap posisi benda-benda langit. Sehingga Bintang-bintang di langit dibagi-bagi menjadi banyak daerah konfigurasi Bintang. Mereka membayangkan bentuk-bentuk konfigurasi – yang kemudian dikenal dengan konstelasi Bintang yang mirip dengan objek-objek yang mereka kenal dalam mitologi mereka seperti Andromeda, Sagittarius, Hercules dll.

Presesi sumbu rotasi Bumi. kredit : Langit Selatan

A.    Konstelasi

Rasi Bintang atau konstelasi adalah kumpulan bintang-bintang yang dihubungkan menjadi suatu pola rekaan pada bidang langit. Jadi, bintang-bintang dalam satu rasi mungkin agak ‘berdekatan’ menurut bidang pandang, tetapi dalam garis pandang, sangat mungkin salah satu bintangnya lebih dekat ke Bumi dari pada ke bintang-bintang lainnya. Pola-pola suatu rasi dibuat hanya berdasarkan imajinasi penemunya, dan umumnya diberi nama binatang atau tokoh-tokoh dalam mitologi Yunani dan Romawi.

Bumi berotasi pada porosnya. Ketika berputar, sumbu rotasi Bumi akan berperilaku mirip gasing yang bergeser sedikit demi sedikit. Gerak perputaran sumbu rotasi Bumi ini memiliki periode 25765 tahun. Seiring berjalannya waktu, konstelasi pada astronomi akan berubah karena adanya gerak presesi[1] Bumi selama 26.000 tahun ke arah Bintang Vega maupun Polaris yang kemudian menjadi penentu arah Utara. Karena perubahan yang sangat lambat dalam hal orientasi dengan bintang, posisi Matahari di langit pada Vernal Equinox bergeser perlahan ke barat yang artinya juga bergeser dari penanggalan. Inilah yang disebut efek presesi equinox. Laju pergeseran itu 1 hari setiap 71 tahun.

Pada tahun 2011 ketika vernal equinox terjadi pada tanggal 21 Maret, posisi Matahari tampak berada di rasi Pisces di dekat perbatasan Aquarius. Berbeda dengan saat pertama kali konstelasi zodiak dipetakan pada kisaran tahun 1370 SM, pada masa itu vernal equinox terjadi ketika Matahari masih berada di rasi aries. Dan di tahun 10000 nanti, Matahari pada tanggal 21 Maret akan tampak berada di rasi Scorpius. Matahari akan kembali tampak berada di Aries dalam kisaran 23.000 tahun lagi[2].

Berikut ada beberapa Konstelasi bintang yang penting[3];

a.      Ursa Mayor (Beruang Besar)

Rasi Ursa Mayor berada di atas, sementara Ursa Minor ada di bawah. Kredit: Stellarium.

Konstelasi bintang Ursa Mayor yang terdapat pada bola antariksa sebelah Utara terdiri dari 7 buah anggota (Dubhe, Alioth, Mizar, Alkaid, Merak, Phad, dan Megrez). Konstelasi bintang ini sejak dahulu kala secara praktis dipergunakan untuk mencari atau menentukan arah Utara (Bintang Polaris), yaitu dengan cara menghubungkan bintang α Uma dan γ Uma. Garis khayal ini kita teruskan sampai memotong horizon. Titik potong garis ini dengan horizon itulah titik Utara – seperti pada gambar di atas yang mengarah pada sebuah Bintang terterang bernama Polaris terletak di bawah huruf U.

Rasi Layang-layang merupakan penanda arah Selatan. Kredit: Stellarium.

b.      Layang-layang

Bola antariksa bagian Selatan terdapat sekelompok Bintang yang beranggotakan 4 buah bintang (Acrux, Mimosa, Gacrux, dan δ Crux), yang disebut konstelasi Bintang Layang-layang atau Pari, Crux. Konstelasi bintang ini dapat dipergunakan untuk menentukan titik Selatan, yaitu dengan cara menarik garis imajiner antara bintang γ Crucis dan bintang α Crucis. Garis imajiner ini diperpanjang sampai memotong horizon. Titik potong antara perpanjangan garis ini dengan horizon inilah titik Selatan.

c.       Ursa Minor

Bintang Polaris merupakan salah satu anggota dari konstelasi Ursa Minor (Beruang Kecil) yang paling terang dan merupakan penunjuk untuk menentukan arah Utara. Konstelasi ini beranggotakan Polaris, Kocab, Pherkad, Yildun, ε Umi, ζ Umi, dan η Umi. Polaris juga bisa digunakan untuk menentukan letak lintang atau lebar Geografis sebuah tempat di Bumi sebelah Utara khatulistiwa.

d.      Orion

Garis berwarna biru condong ke arah Utara yang berarti Pengamat berada di Bumi bagian Selatan. Kredit Stellarium.

Rigel merupakan salah satu nama bintang terterang di konstelasi Orion yang diikuti oleh Betelgeuse. Rasi bintang ini oleh Bangsa Mesir digunakan sebagai penanda waktunya musim bercocok tanam. Di antara kelompok konstelasi ini terdapat tiga buah Bintang, yaitu Alnilam, Alnitak[4], dan Mintaka. Bintang Mintaka inilah terletak tepat di atas di atas khatulistiwa. oleh karena itulah konstelasi bintang ini dapat dipergunakan untuk mencari khatulistiwa atau equator langit yang sudah tentu proyeksinya pada permukaan Bumi merupakan equator atau khatulistiwa pada bola Bumi – seperti pada gambar di bawah ini bergaris biru yang merupakan garis khatulistiwa atau ekuator.

Sebuah katalog yang dibuat oleh Ptolomeus pada abad ke-2 M memuat sekitar 1.022 buah bintang terdiri dari 48 konstelasi itu pun hanya memuat langit bagian Utara di mana tempat dia tinggal (Alexandria). Katalog ini menjadi rujukan utama sampai abad ke-16 M. Jauh sebelum Ptolomeus membuat katalog konstelasi, Astronom berkebangsaan Cina bernama Gan De adalah orang yang pertama kali membuat katalog pada abad ke-4 SM.[5]

Tahun 1603, Johann Bayer membuat atlas bintang dengan memasukkan konstelasi baru yang dapat teramati di langit Selatan ketika melakukan pelayaran ke Selatan. Sistem penamaan Bintang dalam katalog Bayer masih dipakai hingga sekarang. Secara umum, bintang dalam satu konstelasi diurutkan dari yang paling terang dan pengurutannya mengikuti huruf Yunani dan diikuti dengan bentuk genetif bahasa Latin dari nama konstelasi tersebut. Sebagai contoh, bintang yang paling terang dari Rasi Centaurus adalah Alpha Centauri, dan bintang dalam Rasi Gemini yang tingkat kecerlangannya nomor empat adalah Delta Gemirorum. Tetapi ada juga yang tidak sesuai dengan urutannya (tidak selalu benar), misalkan Rigel disebut β Orionis walaupun sebenarnya Rigel adalah Bintang terterang di Rasi Orion, sedangkan Betelgeuse yang lebih lemah disebut α Orionis[6]. Pemberian nama oleh Bayer ini masih dipakai secara luas hingga sekarang.  Meskipun demikian, sudah sejak dulu orang-orang memberi nama pada bintang-bintang yang cukup terang, yang kebanyakan dinyatakan dalam Bahasa Arab seperti Acamar (Akhir an-Nahr), Achemar (Akhir an-Nahr), Acrab (al-‘Aqrab), Algol (al-Ghul), Alnilam (an-Nidham)[7] dsb.

Tabel Daftar Nama Konstelasi[8]

Nama

Nama Genitif

Singkatan

Arti

Andromeda

Andromedae

And

puteri Ethiopia

Antlia

Antliae

Ant

pompa air

Apus

Apodis

Aps

burung surga

Aquarius

Aquarii

Aqr

pembawa air

Aquila

Aquilae

Aql

garuda

Ara

Arae

Ara

altar

Aries

Arietis

Arie

biri-biri jantan

Auriga

Aurigae

Aur

pengemudi kereta perang

Boötes

Boötis

Boo

penggembala

Caelum

Caeli

Cae

alat pemahat

Camelopardus

Camelopardis

Cam

jerapah

Cancer

Cancri

CnC

kepiting

Canis Venatici

Canum Venaticorum

CVn

anjing-anjing pemburu

Canis Major

Canis Majoris

CMa

anjing besar

Canis Minor

Canis Minoris

CMi

anjing kecil

Capricornus

Capricorni

Cap

kambing laut

Carina

Carinae

Car

lunas kapal Argonauts

Cassiopeia

Cassiopeiae

Cas

ratu Ethiopia

Centaurus

Centauri

Cen

centaur

Cepheus

Cephei

Cep

raja Ethiopia

Cetus

Ceti

Cet

paus

Charmeleon

Charmeleontis

Cha

bunglon

Circinus

Circini

Cir

kompas

Columba

Columbae

Col

merpati

Coma Berenices

Comae Berenices

Com

rambut Berenice

Corona Australis

Coronae Australis

CrA

mahkota selatan

Corona Borealis

Coronae Borealis

CrB

mahkota utara

Corvus

Corvi

CrV

burung gagak

Crater

Crateris

Crt

cangkir

Crux

Crucis

Cru

salib selatan

Cygnus

Cygni

Cyg

angsa

Delphinus

Delphini

Del

lumba-lumba

Dorado

Doradus

Dor

ikan todak

Draco

Draconis

Dra

naga

Equuleus

Equulei

Equ

kuda kecil

Eridanus

Eridani

Eri

sungai

Fornax

Fornacis

For

tungku

Gemini

Geminorum

Gem

kembar

Grus

Gruis

Gru

burung bangau

Hercules

Herculis

Her

Hercules, anak Zeus

Horologium

Horologii

Hor

jam

Hydra

Hydrae

Hya

naga laut

Hydrus

Hydri

Hyi

ular air

Indus

Indi

Ind

Indian

Lacerta

Lacertae

Lac

kadal

Leo

Leonis

Leo

singa

Leo Minor

Leonis Minoris

LMi

singa kecil

Lepus

Leporis

Lep

kelinci

Libra

Librae

Lib

timbangan neraca

Lupus

Lupi

Lup

serigala

Lynx

Lyncis

Lyn

sejenis kucing liar

Lyra

Lyrae

Lyr

harpa

Mensa

Mensae

Men

meja

Microscopium

Microscopii

Mic

mikroskop

Monoceros

Monocerotis

Mon

kuda bertanduk satu

Musca

Muscae

Mus

lalat

Norma

Normae

Nor

timbangan datar

Octans

Octantis

Oct

oktan

Ophiuchus

Ophiuchi

Oph

tangan naga

Orion

Orionis

Ori

pemburu

Pavo

Pavonis

Pav

merak

Pegasus

Pegasi

Peg

kuda bersayap

Perseus

Persei

Per

perseus

Phoenix

Phoenicis

Phe

burung finiks

Pictor

Pictoris

Pic

kuda-kuda

Pisces

Piscium

Psc

ikan

Piscis Austrinus

Piscis Austrini

psA

ikan selatan

Puppis

Puppis

Pup

buritan kapal Argonauts

Pyxis

Pyxidis

Pyx

kompas di kapal Argonauts

Reticulum

Reticuli

Ret

jaring

Sagitta

Sagittae

Sge

anak panah

Sagittarius

Sagittarii

Sgr

pemanah

Scorpius

Scorpii

Sco

kalajengking

Sculptor

Sculptoris

Scl

alat ahli pahat

Scutum

Scuti

Sct

perisai

Serpens

Serpentis

Ser

ular naga

Sextans

Sextantis

Sex

sekstan

Taurus

Tauri

Tau

lembu jantan

Telescopium

Telescopii

Tel

teleskop

Triangulum

Trianguli

Tri

segitiga

Triangulum Australis

Trianguli Australis

TrA

segitiga selatan

Tucana

Tucanae

Tuc

burung rangkong

Ursa Major

Ursae Majoris

UMa

beruang besar

Ursa Minor

Ursae Minoris

UMi

beruang kecil

Vela

Velorum

Vel

layar kapal Argonauts

Virgo

Virginis

Vir

gadis

Volans

Volantis

Vol

ikan terbang

Vulpecula

Vulpeculae

Vul

rubah

Akhirnya, pada tahun 1930, International Astronomical Union (IAU) secara resmi menetapkan konstelasi-konstelasi yang terdapat di langit sejumlah 88 buah di mana satu sama lain tidak bertumpang tindih dengan konstelasi lainnya.

Seiring perkembangan zaman, kemudian muncul pertanyaan mengapa para Astronom bisa mendapatkan informasi tentang keberadaan objek langit dan fenomena-fenomena lain yang terjadi di alam semesta, padahal benda langit itu tidak bisa disentuh ataupun bisa menakar dan mengukur sama halnya biasa kita lakukan sehari-hari menggunakan meteran atau yang lainnya seperti kita melakukan percobaan Biologi ataupun kimia? Benang merah penghubung antara benda langit dengan manusia adalah cahaya yang dipancarkan benda langit tersebut yang sampai ke permukaan Bumi.

Tentu saja pengamatan yang dilakukan di permukaan Bumi sangatlah terbatas karena adanya atmosfer yang menyelimuti Bumi memiliki fungsi memantulkan kembali sebagian pancaran dari gelombang elektromagnetik – seperti  gelombang inframerah, ultraviolet, sinar x, sinar γ (gamma) dll. Sehingga manusia sulit menerima informasi secara menyeluruh dari pancaran Bintang. Sementara gelombang yang lolos dari atmosfer Bumi diantaranya gelombang optik (cahaya tampak)[9] dan gelombang radio[10] yang kemudian para astronom menemukan benda angkasa dan partikel suatu unsur yang baru.

B.     Magnitudo

Magnitudo adalah tingkat kecemerlangan suatu bintang. Magnitudo Semu sebuah Bintang adalah kecerahan sebuah Bintang yang dilihat oleh pengamat di Bumi. Hipparchus merupakan astronom dan matematikawan Yunani yang mengamati Bintang yang sangat terkenal. Ia mengukur garis lintang dan garis bujur lebih dari 800 Bintang dan menyusun katalog Bintang pada tahun 129 SM. Ia menyusun urutan magnitudo semu Bintang-bintang dari skala 1 sampai 6. Bintang-bintang yang paling terang didaftarkan sebagai Bintang-bintang bermagnitudo 1, dan yang paling redup bermagnitudo 6.

Beberapa contoh magnitudo benda-benda antariksa[11];

Benda Antariksa

Magnitudo Semu

Matahari

Bulan purnama

Venus

Jupiter

Sirius

Canopus

Vega

Arcturus

Betelgeuse

Altair

Aldebaran

Antares

Mars

Αcrux

Polaris

-26,73

-12,10

-4,41

-2,68

-1,45

-0,65

0,00

0,15

0,45

0,75

0,85

1,05

1,24

1,25

1,95

Dari hasil penelitian ternyata bahwa dua buah bintang yang berbeda 5 magnitudo, maka bintang yang satu akan 100 kali lebih terang dari pada bintang yang lainnya. Perbedaan 5 tingkat antara dua buah bintang berarti kedua Bintang tersebut mempunyai perbedaan terang (2,512)5 = 100

Sebagai contoh Bintang A = 1m dan Bintang B = 3m. Selisih magnitudo kedua Bintang tersebut adalah 2m, maka Bintang (2,512)2 lebih terang daripada Bintang B.

Dengan demikian apabila magnitudo Bintang A = am dan magnitudo Bintang B = bm dan b lebih besar dari pada a, maka:

Bintang A = (2,512)b-a kali lebih besar daripada Bintang B.

Misalkan magnitudo semu Matahari = -26,73 dan magnitudo Bulan Purnama = -12,10. Selisih magnitudo kedua Bintang antariksa tersebut adalah 14,63. Dengan demikian Matahari mempunyai tingkat terang (2,512)14,63 kali lebih terang dari pada bulan Purnama.

Cara penyelesaiannya:

Misalkan (2,512)14,63 = x

Log x         = 14,63 . log 2,512

Log x         = 14,63 .  0,4000

= 5,852

x = 711.213,5

Jadi, Matahari mempunyai tingkat terang 711.213,5 kali lebih terang dari pada Bulan Purnama[12].

Skala magnitudo berbanding terbalik dengan kecemerlangan bintang, artinya makin terang suatu bintang makin kecil skala magnitudonya. Perbandingan magnitudo semu bintang dapat menggunakan rumus-rumus berikut:

*  =      atau     =                                           (2.1)

* = 2,512 log                                                               (2.2)

Sebagai contoh, jika magnitudo semu bintang B 1.000 kali lebih besar daripada bintang A, tentukanlah beda magnitudo kedua bintang !

Penyelesaian : mA – mB = -2,5 log (EA/EB)

mA – mB = -2,5 log (0,001)

mA – mB = -2,5 (-3)

mA – mB = 7,5 magnitudo

TABEL MAGNITUDO SEMU (m)

-3

-2

-1

0

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

0.0064

0,16

0,4

1

2,5

6,3

16

40

100

250

630

1600

4000

104

25000

          Magnitudo Mutlak

Magnitudo mutlak (M) adalah perbandingan nilai terang bintang yang sesungguhnya. Seperti yang Anda ketahui, jarak antara bintang yang satu dan bintang yang lain dengan Bumi tidaklah sama. Akibatnya, bintang terang sekalipun akan nampak redup bila jaraknya sangat jauh. Oleh karena itu, dibuatlah perhitungan magnitudo mutlak, yaitu tingkat kecerlangan bintang apabila bintang  itu diletakkan hingga berjarak 10 parsek dari Bumi.

Perhitungan jarak bintang, magnitudo semu dan magnitudo mutlak (absolut) adalah:

m – M = –2,5 log

= –2,5 log

= –2,5 log

= –2,5 x 2(1 – log d)

= –5+ 5 log d                                                                                 (2.3)                                     (2.3)

Jadi, magnitudo semu (m) dan magnitudo absolut (M) sebuah bintang dengan jarak (d) dalam parsek dapat dihubungkan oleh persamaan

          m – M = –5+ 5 log d                                                                                  (2.4)

Jika magnitudo absolut dan magnitudo semunya diketahui, jaraknya dapat dihitung. Kuantitas mM dikenal sebagai modulus jarak. Adapun hubungan antara magnitudo mutlak dan luminositas (daya) bintang, L dapat diterapkan berdasarkan rumus Pogson

 –  = –2,512 log

Sebagai contoh, diketahui m =  10, M = 5,hitung jaraknya !     

             Penyelesaian: mM = -5 + 5 log d                                        d = 100,2(10-5+5)

5 log d = m – M + 5                                            d = 102 = 100 pc

log d =

d =

  1. Diketahui m = -2, jarak = 6,3 parsek,tentukan M-nya!

Penyelesaian :   6,3     = 100,2(-2-M+5)                            log 6,3 ≈ 0,8

0,8               = 0,2(-2-M+5)

4      = -2-M+5

M      = -1

Dapat pula menggunakan tabel berikut ini :

m – M = 10 – 5 = 5

Carilah angka m-M dikolom atas, kemudian jarak tercantum dibawahnya

Tabel Modulus Jarak (m-M) dan jarak (parsek)

-4

-3

-2

-1

0

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

15

20

1,6

2,5

4

6,3

10

16

25

40

63

100

160

250

400

630

103

1600

104

105

  1. Magnitudo semu Sirius -1,46 dan magnitude absolutnya +1,42.

Tentukan berapa tahun cahaya jarak Sirius ke Bumi!

Penyelessaian :     d = 100.2(m-M+5)

d = 100.2(-1.46-1.42+5)

= 10 0.2(2.12)

= 100.424

                                               = 2,654 parsec = 8,64 tahun cahaya

  1. Diketahui m = -26,73, M = 4,74, tentukan jarak dari Bumi ke Matahari !

Penyelesaian :      d    = 100,2(m-M+5)

= 100,2(-26,73-4,74+5)

= 10-5,314

                                             = 0.00000485 parsek ≈ 150.000.000 km = 1 AU[13]

Spektroskopi Bintang

Sebagai contoh apabila kita memanaskan atau membakar sebuah logam misalnya besi, maka warna besi itu akan berubah mulai dari hitam, merah, kemudian putih kebiru-biruan (pijar) hal ini mengindikasikan adanya kenaikan suhu. Ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara logam tersebut dengan suhunya. Demikian pula benda-benda antariksa di langit seperti bintang-bintang apabila kita perhatikan warnanya ada yang merah, kuning, dan putih kebiru-biruan.

Dari cahaya benda-benda angkasa, orang dapat menyelidiki spektrum dengan alat yang disebut spetroskop dan spektograf. Spektroskopi merupakan salah satu ilmu dasar dalam astronomi. Penyelidikan ini adalah tugas ilmu analisa spektral[14].

Spektroskopi pertama kali dilakukan oleh Ibnu Haitsam yang menguraikan cahaya Matahari menggunakan gelas prisma menjadi berbagai warna seperti pelangi. Uraian cahaya ini disebut spektrum. Namun dunia mengenalnya lewat

Tabel 1 : Rangkuman klasifikasi bintang yang saat ini umum digunakan (sering digunakan ungkapan : Oh Be A Fine Girl (or Guy), Kiss Me) untuk mengingat urutan klasifikasi kelas spektrum bintang.

Newton dengan cara yang sama bahkan bisa membalikan menjadi cahaya putih kembali pada tahun 1665. Pada tahun 1802 Wollaston melihat adanya garis-garis gelap pada spektrum Matahari. Fraunhofer melakukan pengamatan yang cermat pada garis-garis itu dan berhasil mengkataloguskan 600 garis pada tahun 1815. Delapan tahun kemudian Fraunhofer melihat bahwa spektrum bintang juga mengandung garis-garis gelap serupa yang terdapat pada spektrum Matahari. Hal ini menyokong pendapat bahwa Matahari sebenarnya sebuah Bintang.

Pada tahun 1859 Kirchoff mengemukakan tiga landasan mengenai pembentukan spektrum  oleh materi dalam berbagai keadaan fisis.

  1. Bila suatu benda cair atau gas bertekanan tinggi dipijarkan, benda tadi akan memancarkan energi dengan spektrum pada semua panjang gelombang.
  2.  Gas bertekanan rendah bila dipijarkan akan memancarkan energi hanya pada warna, atau panjang gelombang tertentu saja. Spektrum yang diperoleh berupa garis-garis terang yang disebut garis pancaran atau garis emisi. Letak setiap garis atau panjang gelombang garis tersebut merupakan ciri gas yang memancarkannya.
  3. Bila seberkas cahaya putih dengan spektrum kontinu dilewatkan melalui gas yang dingin dan renggang (bertekanan rendah), gas tersebut tersebut akan menyerap cahaya tersebut pada warna atau panjang gelombang tertentu. Akibatnya akan diperoleh spektrum kontinu yang berasal dari cahaya putih yang dilewatkan diselang-seling garis gelap yang disebut garis serapan atau garis absorpsi[15].

Dengan Bolometer, yaitu sebuah jenis termometer yang sangat peka, dapat pula diselidiki dari sebuah benda antariksa – bagian spektrum mana yang memiliki suhu paling tinggi. Jika misalnya diketemukan  suhu yang paling tinggi bagian spektrum kuning dan kita ketahui bahwa panjang gelombang cahaya kuning 5000 Aom = 5000 Ao), menurut hukum pergeseran Wien:

λ m T = 29,4 . 106

T = 29,4 . 106

5000

= 6000o K (Kelvin).[16]

والله أعلم

الله يأخذبأيدينا إلى مافيه خير للإسلام والمسلمين


[1] Gerak perputaran sumbu rotasi Bumi seperti keolengan pada gasing yang diputar.

[2] http://langitselatan.com/2011/01/20/zodiak-dalam-astronomi/

[3] Bumi Antariksa Astronomi untuk SMA. Op. cit. hal. 29

[4] Kalau kita mengarahkan sebuah teleskop dekat Bintang Alnitak – kita akan melihat Nebula kepala Kuda, sementara ke arah Rigel – terdapat Nebula Orion.

[5] Admiranto, A. Gunawan. Menjelajahi Bintang, Galaksi, dan Alam Semesta. 2009. Yogyakarta: Kanisius. hal. 4

[6] Sutantyo, Winardi. Astrofisika Mengenal Bintang. 1984. Bandung: ITB. hal. 8

[7] http://muslimheritage.com/topics/default.cfm?ArticleID=833

[8] Ibid. Astrofisika Mengenal Bintang. hal. 2-4.

[9] Pada gelombang optik, kita bisa menggunakan teleskop sebagai pengumpul cahaya, memisahkan sudut, dan perbesaran.

[10] Pengamatan dengan gelombang radio kita bisa manfaatkan teleskop radio. Teleskop ini pertama kali dikembangkan oleh Karl Jansky pada tahun 1930-an setelah mengetahui sifat dulisme cahaya yang terdiri dari partikel dan gelombang.

[11] kredit Stellarium 0.11.0

[12] Bumi Antariksa Astronomi untuk SMA. Op. cit. hal. 33

[13] Gautama, Sunkar Eka. Astronomi dan Astrofisika. 2010. Makasar

[14] Bumi Antariksa Astronomi Untuk SMA. Op. cit. hal. 33

[15] Sutantyo, Winardi. Asrofisika Mengenal Bintang. 1984. Bandung: ITB. hal. 73

[16] 1 Ao = 0,0001 = 10-7 mm.                      1μ = 0,001 mm

Materi yang lebih lengkapnya bisa langsung di download di sini. Semoga bermanfaat…

*Nb: Tolong, beritahu ke kelas 1b Mln untuk mendownload materi ini yang akan dibahas untuk hari senin depan (19-09-2011)…

Model Jagat Raya

بسم الله الرحمن الرحيم

            Jauh sebelum ditemukannya teleskop, semenjak Allah menciptakan Nabi Adam A.S. sebagai manusia pertama yang diberi ilmu langsung oleh Yang Mahamengetahui[1] untuk mengenal apa yang Allah ciptakan kemudian diwariskan kepada anak-cucunya. Setelah keturunan Nabi Adam A.S. semakin banyak, mereka menyimpang dari koridor yang telah diajarkan oleh Nabi Adam A.S.. Kemudian Allah mengutus Nabi Idris A.S. dan ilmu pun diteruskan dan dikembangkan oleh Nabi Idris A.S. sebagai orang pertama yang menulis dengan pena, penulis baju (pembatik) dan pakaian yang dijahit, observasi dan menghitung pada ilmu perbintangan (Falakiy/Astronom)[2], bercocok tanam, mengajarkan berbagai benih (botani), menentukan musim dan sebagainya. Nabi Idris A.S. juga dikenal sebagai Osiris yang kemudian dikultuskan menjadi Dewa Mesir (yakni setelah para pendeta mendewakannya) [3] setelah Allah mengangkatnya ke langit[4]. Semenjak itulah banyak mitos-mitos ataupun cerita-cerita yang berkembang dan menyimpang dari ajaran Nabi Idris A.S. baik dari lini sosial maupun kepercayaan termasuk pada ilmu perbintangan yang begitu besar pengaruhnya.

            Beberapa bangsa, seperti Bangsa Mesir, Babilonia, Cina, dan Yunani secara teliti mengamati benda-benda langit dan pergerakannya. Bangsa Yunani mengamati bahwa di langit ada benda-benda yang kelihatan bergerak relatif terhadap bintang-bintang. Mereka menamakan benda-benda langit ini sebagai Planeten, yang berarti “Pengelana”. Inilah yang sekarang kita kenal sebagai Planet-planet mulai dari Merkurius sampai Neptunus. Tokoh yang pertama mengembangkan kosmologi[5] semacam ini adalah Thales dari Miletus (sekitar 629–555 SM) yang sering disebut sebagai filsuf Yunani dan astronom pertama yang berhasil mengembangkan metode survei dan trigonometri yang dipelajari dari Bangsa Babilonia dan Mesir kemudian diterapkan untuk benda-benda langit[6].

            Sebagian besar pemikir Yunani mengerti bahwa sebenarnya Bumi itu berbentuk bola, bukan datar. Bahkan salah seorang ahli ilmu perbintangan mereka menghitung dengan cukup teliti ukuran bumi dengan menggunakan metode geometri. Namun, beberapa ahli ilmu perbintangan Yunani memahami jagat raya dengan cara lain. Pada abad ke-5 sebelum Masehi ahli ilmu perbintangan Yunani, Anaxagaros, memutuskan bahwa matahari, bumi, dan planet-planet bukanlah sekedar cahaya di langit. Alih-alih, ia bahkan menggambarkannya sebagai benda-benda padat seperti Bumi.

            Satu abad kemudian, pemikir Yunani Heraclides, mempersembahkan gagasan baru yang lain. Ia menyatakan bahwa bumi bukannya tinggal diam. Sebaliknya, tulis Heraclides, bumi berputar – yaitu berputar seperti sebuah gasing. Ia juga menyatakan bahwa planet-planet berputar mengelilingi Matahari. Namun, ia masih berpikir bahwa Matahari, dengan keluarga planetnya, berputar mengelilingi bumi.

            Beberapa tahun kemudian Aristarchus dari Samos, melangkah lebih jauh menuju suatu pandangan jagat raya yang modern. Ia menyatakan  bahwa bumi bukanlah pusat semua benda. Ia malah berpikir bahwa bumi itu berputar mengelilingi Matahari[7].

A.    Model Antroposentris

            Jauh sebelum Bangsa Yunani menggagas model jagat raya, semenjak manusia memperhatikan langit untuk pertama kalinya, timbullah kesan bahwa alam semesta ini bergerak secara teratur dan memiliki titik sentral sebagai pusat alam semesta. Ketika pergerakan benda-benda langit itu diperhatikan secara seksama – seolah-olah pergerakan benda langit itu mengelilingi  (memutari manusia). Dilihat di Timur sebagai titik terbit kemudian berkulminasi lalu tergelincir dan terbenam di arah barat dan seterusnya.  Dari gambaran ini manusia menyimpulkan bahwa alam semesta bergerak mengelilingi manusia sebagai titik sentral alam semesta sehingga disebut dengan Antroposentris. Antroposentris sendiri berasal dari bahasa Yunani άνθρωπος (baca: anthropos) yang berarti “manusia” atau “orang”[8] sedangkan sentris yang berarti kontrol dalam bahasa Yunani κέντρον (kentron = pusat).

B.     Model Philolaus

            Philolaus yang hidup pada akhir abad ke-5 SM berpendapat bahwa pusat peredaran benda-benda antariksa ditempati oleh Pusat Api Raksasa (a Huge Central Fire). Sekeliling Pusat Api ini bergeraklah Bumi setiap hari dengan lintasan yang berbentuk lingkaran. Ia berpendapat bahwa Matahari, Bulan, dan bintang-bintang bergerak pula mengedari Pusat Api ini. Selain benda-benda antariksa seperti disebutkan di atas, Philolaus masih menyebut-nyebut pula adanya benda antarika lain, yang disebut Bumi Imbangan (Counter Earth), sebab letak benda antariksa tersebut seolah-olah mengimbangi kedudukan Bumi[9].

            Sebelum itu, Pythagoras (580-500 SM) yang pertama mengembangkan gagasan bahwa alam semesta mengikuti hukum-hukum yang bersifat kuantitatif. Dia menyatakan bahwa masing-masing benda langit, yakni Bulan, Matahari, Bumi, dan Planet-planet, terletak pada bola-bola konsentris (sepusat) yang berputar mengitari pusat alam semesta[10].

C.    Model Geosentris

            Kepercayaan umum lainnya orang-orang zaman dahulu, termasuk orang Yunani adalah bahwa pusat jagat raya itu adalah Bumi. Karena memang begitulah tampaknya. Benda-benda langit tampak mengelilingi Bumi. Planet-planet menyerupai titik-titik cahaya yang setiap malam bergerak lambat-laun di antara bintang-bintang. Bintang-bintang itu tampaknya juga beredar mengelilingi bumi. Kalau kita sama sekali tidak mengetahui ilmu perbintangan, akan wajarlah kalau kita berpendapat, seperti halnya orang-orang zaman dahulu, bahwa bumi adalah pusat segala sesuatu – pusat jagat raya[11].

            Seorang ilmuwan Yunani pada abad ke II sekitar tahun 140 SM bernama Claudius Ptolemeus yang berasal dari Alexandria di Mesir, mengumpulkan semua pengetahuan perbintangan dan ilmu-ilmu lain pada zamannya ke dalam satu seri buku.

            Gambar jagat raya yang dikembangkannya dikenal sebagai sistem Ptolemeus, yang merupakan pandangan tentang jagat raya yang diterima umum selama kira-kira seribu tiga ratus tahun. Namun, jauh sebelum Ptolemeus mengusulkan modelnya – Kosmolog Yunani kuno yaitu Plato, Eudoxus, dan Aristoteles[12] terlebih dahulu menyadari hal itu. Bahkan ketika teleskop belum ditemukan, Copernicus telah mengemukakan teorinya sendiri, yang menggambarkan bagaimana planet mengelilingi Matahari di tahun 1543. Galileo mengetahui hal ini, tapi tetap yakin akan pandangan aliran Aristoteles seperti yang dikukuhkan oleh Ptolemy[13].

            Dalam sistem Ptolemeus itu Bulan, Matahari, Bintang-bintang, dan Planet-planet diperkirakan melalui jalan-jalan yang melingkar sempurna mengelilingi Bumi. Memang untuk pengertian ini tidak ada alasan ilmiah. Hal itu hanya disesuaikan dengan gagasan orang Yunani bahwa lingkaran merupakan bentuk yang sempurna[14]. Akan tetapi, beberapa ahli ilmu

perbintangan Yunani menyadari bahwa perjalanan Planet, atau orbit, tidak benar-benar menyerupai lingkaran yang sempurna di sekeliling Bumi. Oleh karena itu, para pengikut Ptolemeus berusaha memikirkan cara untuk menerangkan fakta ini.            Ada satu hal lagi yang tampak “salah” mengenai cara bergerak beberapa Planet di langit. Kadang-kadang Planet-planet itu sama sekali tidak tampak berputar mengelilingi Bumi, tetapi bergerak mundur.

            Dalam buku yang berjudul Almagest, Ptolemeus menjelaskan bahwa semua benda langit bergerak melingkari sebuah titik, dan lintasan benda ini disebut episikel (epicycle). Episikel bergerak dalam lingkaran lebih besar yang disebut deferent. Bumi bukan pusat deferent, melainkan terletak tidak terlalu jauh dari pusat deferent, yakni pada titik yang disebut equant[15].

            Pengertian episiklus yang digunakan dalam Ptolemeus memang rumit. Tidak terdapat alasan ilmiah di belakangnya. Teori ini hanya bermaksud memudahkan orang melukiskan jalan berbagai Planet sebagai suatu sistem lingkaran yang sempurna[16].

D.    Model Heliosentris

            Gagasan yang disarankan oleh Aristarchus, yaitu bahwa Bumi sesungguhnya bergerak di ruang angkasa mengelilingi Matahari, adalah sangat aneh bagi orang-orang pada zamannya. Sehingga kepercayaan umum masih tetap bahwa bumi itu diam dan teori Aristarchus dihiraukan.             Model Geosentris juga diterima oleh para saintis Islam sebelum al-Biruni sekalipun seperti ar-Razi, Ibnu Sina, dan bahkan al-Farabi menegaskan bahwa Bumi “tidak bergerak dari tempatnya, tidak pula bergerak di tempatnya.” Secara rinci dari pengamatan dan perhitungan pribadinya, al-Biruni meragukan pernyataan tegas tersebut. Al-Biruni mengemukakan konsepnya sendiri tentang kemungkinan gerak Bumi seraya berkata “Ajaran bahwasannya Bumi itu diam adalah satu di antara dasar penting astronomi, dogma para astronom Hindu, tetapi ini memberikan banyak kesukaran besar.”[17] Bahkan al-Biruni berusaha menggunakan eksperimen untuk membuktikan gerakan Bumi. Pada karyanya “Tentang Berbagai Cara Pembuatan Jenis-jenis Astrolabe” al-Biruni melukiskan beberapa jenis astrolabe, yang telah dibuat oleh Abu Said Sigizi. Satu dari astrolabe ini dibuat berdasarkan prinsip yang mempertimbangkan gerakan Bumi. Menunjuk sambil memuji ide yang telah diterapkan dalam kontruksi astrolabe, al-Biruni menulis: “ Saya sudah melihat, pada Abu Said ada astrolabe jenis lain daripada yang lain. Astrolabe ini sederhana, tetapi rumit juga karena ada astrolabe Selatan dan astrolabe Utara. Abu Said menamakannya al-Zanraki – bentuk perahu. Saya menganggap ini suatu penemuan yang sangat indah, berdasar pada prinsip keyakinan kuat dalam hal gerakan Bumi, dan bukan gerakan atap-langit.”. Selain astrolabe, al-Biruni melakukan eksperimen yang berkaitan dengan kemiringan ekliptika dan penentuan garis bujur apogea Matahari untuk mempertegas heliosentris.[18]

            Pada abad ke-15, terjadilah revolusi besar dalam model  Tata surya seperti yang diusulkan oleh Nicolaus Copernicus (1473-1543) kemudian menyebarkan idenya di antara rekan sejawatnya. Namun demikian, ia menolak menerbitkan idenya meskipun mendapat dukungan dari teman-temannya. Akhirnya ia menyajikan model Heliosentris salinan edisi pertama bukunya ‘About the Revolutions of the Heavenly Bodies’, “De Revolutionibus Orbium Caelestium” (Tentang Revolusi Berbagai Bola Langit) pada hari kematiannya, 24 Mei 1543[19] setelah menghabiskan banyak waktu bekerja sebagai petugas katedral di kota kecil Frauenburg (sekarang Frombork) di Pantai Baltic, Polandia[20]. Dalam bukunya Ia mengungkapkan hutang budinya pada al-Battani perihal trigonometri De Scienta Stellarium De Numeris Stellarium et motibus dan al-Zarqali dan mengutip karya mereka beberapa kali[21]. Copernicus melihat bahwa model Ptolemeus terlalu mengada-ada dan terlalu rumit. Ia tidak percaya bahwa Tuhan menciptakan alam semesta dan sengaja menjadikannya sedemikian rumit. Namun, di sisi lain selama bertahun-tahun Galileo merasa ragu atas pandangan aliran Ptolemy tentang Kosmologi. Ketika tinggal di Padua, Galileo tampaknya cenderung sepakat dengan pandangan aliran Copernicus – apalagi ketika Galileo menyempurnakan teleskopnya sehingga pembesarannya 32 kali[22]. Model heliosentris ini cukup menghebohkan dunia ilmiah Eropa pada saat itu, orang yang membantu menyebarkan paham Heliosentris ini oleh Giordano Bruno yang selalu mengejek orang yang meyakini Bumi sebagai pusat alam semesta. Seiring dengan reformasi yang sedang berjalan. Pada tahun 1616, Gereja Katolik melalui Kardinal Bellarmine bereaksi keras lalu memasukkan buku tersebut ke dalam indeks buku hitam (buku terlarang karena dianggap menghujat) dan Kardinal mengeluarkan dekrit yang menyatakan bahwa sistem Copernicus ‘salah dan keliru’ karena cukup kesulitan menghadapi Protestan, tanpa mempunyai ahli yang mengkhawatirkannya. Bahkan Galileo dipanggil untuk audiensi pribadi sebelum maklumat resmi diumumkan. Larangan ini baru dicabut tahun 1835[23].

E.     Model Tycho Brahe

            Gagasan Copernicus tentang jagat raya yang berpusat pada Matahari tidak dengan segera diterima oleh kebanyakan ahli astronomi dan masyarakat lainnya. Tycho Brahe[24] misalnya, adalah seorang ahli pengamat perbintangan penting yang hidup pada pertengahan akhir abad ke-16. Ia tidak percaya bahwa Bumi bukan pusat jagat raya. Sebagai gantinya, ia menyarankan bahwa berbagai Planet lainnya berputar mengelilingi Matahari dan seterusnya Matahari berputar mengelilingi Bumi[25].

            Brahe menghabiskan 20 tahun dalam observatorium tanpa dilengkapi teleskop di Pulau Hven, di lepas pantai Denmark. Selama periode ini ia berhasil memetakan 777 Bintang. Menjelang akhir dari kehidupannya yang eksentrik, Brahe ditarik ke Praha (sekarang Republik Cheko), di mana Kaisar Roma Rudolph II menjadi patronnya. Di sini Brahe mendirikan observatorium di sebuah puri bergaya Bohemia dan melanjutkan penelitiannya. Ia dibantu oleh seorang asisten muda yang bernama Johannes Kepler yang kemudian terkenal dengan tiga hukumnya berdasarkan pengembangan dari pengamatan hasil Brahe[26].

Gambar dari manuskrip Tycho Brahe ini bisa diperoleh di http://galileo.rice.edu/sci/brahe.html

واﷲ أعلم

ﷲ يأخذ بأيدينا إلى مافيه خير للأسلام والمسلمين


[1] Lihat Q.S. al-Baqarah (2): 31-33

[2] ats-Tsa’labi, Muhammad bin Ibrahim an-Naysaburiy. Qishashul Anbiya. 2006. Beirut: Darul Kitab Ilmiyah. hal. 46.

[3] Yunus , Adil Thaha. Jejak-jejak Para Nabi Allah: Berdasarkan Fakta-Fakta Historis dan Temuan-temuan Arkeologis

 Modern . 2006. Bandung: Pustaka Hidayah. hal. 47

[4] Lihat Q.S. Maryam (19): 56-57

[5] Paham tentang struktur alam semesta yang bersifat rasional dan tidak diselubungi hal-hal yang berbau mitologis

[6] Admiranto, Agustinus Gunawan. Menjelajahi Tata Surya. 2009. Yogjakarta: Kanisius. hal. 2

[7] Ilmu Pengetahuan Populer. 2005. Jilid 1.  Jakarta: C.V.  Prima Pretiy,  Grolier International, INC. hal. 3-4

[8]  Wikipedia/Antropologi. Op. cit.

[9] Abdulgani, Sutarya. Bumi Antariksa Astronomi Untuk SMA. 1980. Bandung: Tarate. hal. 22

[10] Menjelajahi Tata Surya. Op. cit. hal. 2-3

[11] Ibid. Menjelajahi Tata Surya. hal. 3

[12] Plato mengungkapkan bahwa semua benda langit bergerak mengitari Bumi yang bulat dalam lintasan berbentuk lingkaran. Ia berpendapat bahwa lingkaran dan bola adalah bentuk geometri yang sempurna karena mereka semua diciptakan oleh makhluk paling sempurna, Tuhan. Seorang murid Plato, Eudoxus – mulai mengembangkan teorinya berdasarkan pengamatan benda-benda langit. Menurut Eudoxus, setiap Planet terletak pada bola-bola konsentris, dan pergerakan Planet disebabkan rotasi bola-bola ini berbeda-beda – efeknya adalah pergerakan Planet sebagaimana diamati Eudoxus, misalnya gerak retrograd (gerak maju mundur) Mars. Setelah Eudoxus, Aristoteles (350 SM) mengembangkan gagasan Eudoxus lebih jauh. Ia berpendirian bahwa Bumi merupakan pusat alam semesta dan menjadi titik pusat peredaran benda-benda langit seperti Matahari, Bulan, dan Planet-planet. Ia mengatakan bahwa alam semesta terdiri dari 55 buah bola sepusat, dan setiap bola menjadi tempat kedudukan satu benda langit. Bola-bola ini masing-masing berputar dengan kecepatan yang berbeda sehingga kadang-kadang ada yang kelihatan bergerak mundur untuk kemudian maju lagi seperti yang diamati pada Mars. Bola terluar dari ke-55 buah bola ini merupakan tempat kedudukan bintang yang tetap diam. Di luar sistem bola, terdapat penggerak utama sistem semesta – yang menurut Aristoteles dinamakan Primum Mobile. (Menjelajahi Tata Surya. Op. cit. hal. 3-4)

[13]  Strathern, Paul. The Big Idea: Galileo & the Solar System.  alih bahasa, Anderas Haryono; editor, Moch. Ridwan. SERI IDE BESAR Galileo & Sistem Tata Surya. Jakarta: Erlangga. 2002. Hal: 20

[14]   Sekarang kita mengetahui bahwa planet bergerak menurut bentuk elips – bentuk seperti lingkaran yang agak dipipihkan – ketika Planet-planet itu bergerak mengelilingi Matahari

[15] Menjelajahi Tata Surya. Op. cit. hal. 4-5

[16] Ilmu Pengetahuan Populer. Op. cit. hal. 4

[17] Kondisi dunia Timur abad pertengahan pada waktu itu bahwa dominasi agama dengan kekuasaan tidaklah terpisahkan. Para astronom Timur terkemuka seperti Hasan Ali Marakashi (abad ke-13), Abu Ali Birdjandi (abad ke-16) dan lain-lainnya berkali-kali menyatakan keheranannya, bahwa pada waktu para ilmuwan besar yang otoritas ilmiahnya tidak diragukan berada pada pihak geosentrisme dan menganggap bahwa Bumi tidak bergerak.

[18] Sadykov, Kh. U. Abu Raihan al-Biruni dan Karyanya dalam Astronomi dan Geografi Matematika.  Penyadur:Mursid Djokolelono, M.Sc. 2007. Jakarta: Suara Bebas. hal. 44-50

[19] Strathern, Paul. The Big Idea: Galileo & the Solar System.  alih bahasa, Anderas Haryono; editor, Moch. Ridwan.

SERI IDE BESAR Galileo & Sistem Tata Surya. Jakarta: Erlangga. 2002. Hal: 47
[20] Pekerjaan ringan ini menjanjikan penghasilan dan kesenangan untuk mewujudkan obsesinya di bidang astronomi. Sungguh aneh, baik observasi maupun ilmu matematikanya tidaklah mendalam. (Rata-rata ia melakukan observasi sekali

dalam satu tahun, dan penghitungannya tentang orbit planet ternyata keliru). Ibid. hal: 44-45.

[21] Zahoor, A. Dominasi Ilmuwan Islam Th. 700-1400 M. 2003. Terjemahan Amdiar Amir, SE. Depok: Bina Mitra Press. hal. 98

[22] Galileo & Sistem Tata Surya. Loc. cit. hal: 44

[23] Menjelajahi Tata Surya. Loc. cit. hal. 4-5

[24] Tycho Brahe sendiri adalah orang aneh. Ketika masih bayi, ia diculik oleh pamannya yang tidak punya anak, dan dibawa ke sebuah kastil yang terpencil di Denmark. Pada usia 12 tahun ia menyaksikan gerhana Matahari. Sejak saat itu ia bersumpah akan mengabdikan hidupnya untuk ilmu pengetahuan. Sejak saat itu pula ia mempelajari ilmu pengetahuan dengan serius. Pada usia 19 tahun ia berkelahi untuk sebuah argumen matematika, dan waktu itu ia kehilangan hidungnya. Pengabdian ilmiah berikutnya ia lakukan dengan membuat hidung palsu yang terbuat dari perak yang ia desain untuk dirinya sendiri. Galileo & Sistem Tata Surya. Op. cit. hal: 49

[25] Ilmu Pengetahuan Populer. Op. cit. hal. 6

[26] Galileo & Sistem tata Surya. Loc. cit. hal: 50

Materi ini bisa didownload di sini atau di sini berformat .pdf. Semoga bermanfaat…

Ta’rif Ilmu Falak

بسم الله الرحمن الرحيم

A.     Tinjauan Etimologi

            Ilmu Falak merupakan warisan salah satu disiplin ilmu pengetahuan tertua sejak manusia pertama kali membangun sebuah peradaban di muka Bumi dan sampai saat ini terus dipelajari dan dikembangkan dengan memadukan teknologi yang berkembang. Ilmu dan Falak merupakan musytaq[1] dari wazan (عَلِمَ – يَعْلَمُ- عِلْمًا) yang berarti ketahui dan ((فَلَكَ – يَفْلُكُ – فَلْكًا yang artinya bulat – sedangkan orang yang menekuninya disebut الفلكيّ (Falakiy/Astronom). Di dalam Bahasa Arab, kata الفلك sepadan dengan المدار yang artinya orbit[2].

            Ilmu Falak merupakan bentuk tarkib idhafi (frase) yang telah menjadi nama bagi suatu disiplin Ilmu Pengetahuan. Menurut etimologi terdiri dari mudhaf (علم) dan mudhaf ilayh (الفلك) sehingga kita harus memahami pengertian lafadl “علم” dan lafadl “الفلك” terlebih dahulu yang mempunyai arti:

العلم هو الاعتقاد الجازم الثابت المطابق للواقع {تاج العروس ۱: ۷۸۲۵}

Ilmu adalah keyakinan yang kuat dan sesuai dengan realitas sebenarnya.[3]

العلم مص. إدراك الشيئ بحقيقته. اليقين و المعرفة {المنجد}

Ilmu itu penghisapan. Hasil pencapaian sesuatu dengan hakikatnya. Yakin dan ma’rifat (pengetahuan yang pasti).[4]

 العلم هو إدراك الشيئ بحقيقته، ضربان: أحدهما إدراك ذات الشيئ. و الثانى الحكم على الشيئ بوجود شيئ هو موجود له أو نفي شيئ هو نفي عنه {مفردات فى غريب القرآن}

Ilmu ialah memahami satu hal dengan hakikatnya. Ada dua jenis persepsi: Pertama, untuk memahami suatu dzat dan yang kedua, untuk menilai kepada sesuatu dengan suatu wujud, yaitu bahwa tidak ada baginya atau menolak sesuatu untuk menolak.[5]

الفلك هو مجرى الكواكب و تسميته بذلك لكونه كالفلك {مفردات فى غريب القرآن}

Al-Falak adalah tempat beredarnya (berjalannya) benda-benda langit. Dinamai demikian karena bentuknya seperti falak (lingkaran).[6]

الفلك من البحر: موجه المستدير المتردد {المنجد}

Al-Falak : gelombang yang bulat secara berulang-ulang.[7]

            Singkatnya, Ilmu Falak dapat didefinisikan sebagai pengetahuan tentang hakikat lintasan benda-benda langit, yang berarti orbit.[8] Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia kata orbit berarti jalan yang dilalui oleh benda langit digaris peredarannya mengelilingi benda langit lain.

B.    Tinjauan Terminologi

            Seorang ahli falak Persatuan Islam, al-Ustadz A. Ghazali mendefinisikan Ilmu Falak sebagai berikut: “Ilmu Falak ialah ilmu pengetahuan yang mempelajari lintasan benda-benda langit seperti Matahari, Bulan, Bintang-bintang, dan benda-benda langit lainnya. Dalam Bahasa Inggris disebut PRACTICAL ASTRONOMI.”[9] Uum Jumsa menambahkan: “untuk diketahui suatu benda langit terhadap benda langit lainnya agar diketahui pengaruhnya terhadap perubahan waktu di Bumi.”[10]

            Definisi-definisi di atas mengarahkan ke alam semesta yang beredar menurut garis peredaran yang telah ditentukan oleh yang Mahapengatur. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata beredar adalah berjalan berkeliling (hingga sampai ke tempat permulaan).[11] Sebagaimana dijelaskan di dalam al-Qur’an surat al-Anbiya’ (21): 33 dan Yasin (36): 40.

هو الذى خلق الليل و النهار و الشمس و القمر كل فى فلك يسبحون ﴿الأنبياء (۲۱):۳۳ ﴾

Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, Matahari dan Bulan mereka bertasbih pada falak (garis edarnya). (al-Anbiya’: 33)

لاالشمس ينبغى لها أن تدرك القمر و لاالليل سابق النهار و كل فى فلك يسبحون ﴿يس (٣٦): ٤٠﴾

Tidaklah mungkin bagi Matahari mengejar Bulan dan malam pun tidak dapat mendahului siang, masing-masing bertasbih pada falak (beredar pada garis edarnya). (Yasin: 40)

Dari dua ayat inilah kalimat atau kata Falak diambil untuk menamai disiplin ilmu pengetahuan dalam bidang ilmu perbintangan.

C.     Ruang Lingkup

            Dilihat dari definisi di atas, Ilmu Falak mengisyaratkan betapa luas dan kompleknya kajian yang dikaji – seluas jagat raya yang menghimpun mahkluk-makhluk Allah yang ada di luar angkasa yang saat ini belum bisa mengungkapkan batas alam semesta yang kita tinggali.

            Namun, salah satu ilmu pengetahuan yang paling berpengaruh di dalam Islam ini mulai terkikis karena adanya stagnasi ataupun dikotomi ilmu pengetahuan yang hanya berputar (produk daur ulang) dikalangan kaum muslimin tanpa adanya pengembangan dan penyelidikan lebih lanjut – sehingga Ilmu Falak dipersempit ruang lingkupnya hanya yang berkaitan dengan ibadah saja setelah perkembangan yang begitu menggairahkan di kalangan para Ilmuwan Islam dalam penyelidikan dan pengamatan. Dilihat dari garis besarnya, Ilmu Falak dibagi menjadi dua macam yaitu ilmu Falak ‘Ilmiy, dan ilmu Falak ‘Amaliy. Ilmu Falak ‘Ilmiy disebut juga Theoritical Astronomy.[12] Ilmu Falak ‘Amaliy disebut juga Practical Astronomy. Ilmu Falak ‘Amaliy inilah yang oleh masyarakat disebut sebagai Ilmu Falak atau Ilmu Hisab, sedangkan di bidang Astronomi mengalami kemajuan yang sangat pesat baik dari ranah teori maupun teknologi.[13]

Bahasan Ilmu Falak yang dipelajari dalam Islam adalah yang ada kaitannya dengan pelaksanaan ibadah, sehingga pada umumnya ilmu Falak ini mempelajari 4 bidang, yakni:

  1. Arah Kiblat dan Bayangannya (Rashdul Qiblat).
  2. Waktu-waktu Shalat.
  3. Penentuan Awal Bulan dan Akhir Bulan (shaum Ramadhan, Iydul Fithri pada bulan Syawal, dan Iydul Adha pada bulan Dzulhijjah).
  4. Penentuan Gerhana, baik Matahari maupun Bulan.

D.    Cabang-Cabang Ilmu dalam Perbintangan

Hisab at-Taisir

Pengetahuan tentang benda-benda langit dan peredarannya, perhitungan atas perjalanan Matahari dan Bulan, serta penentuan waktu dengannya, seperti waktu terbit Matahari, waktu Matahari berada di tengah, waktu tenggelamnya, waktu ijtima’ (konjungsi) Matahari – Bulan dan waktu terpisahnya, serta waktu gerhana Matahari dan gerhana Bulan.[14]

Ilmu Hisab (علم الحساب)

            Ilmu Hisab ialah ilmu yang mempelajari perhitungan posisi benda-benda langit yang diturunkan melalui perhitungan matematis dan astronomis khususnya untuk keperluan Ibadah.

Ilmu Rashd (علم الرصد)

Ilmu Rashd merupakan bagian dari Ilmu Falak, terkadang Ilmu Falak sendiri disebut Ilmu Rashd karena ilmu ini memerlukan pengamatan – rashd sendiri berarti pengamatan.

Ilmu Miqat (علم الميقات)

            Cabang lain dari Ilmu Falak adalah Ilmu Miqat,  karena ilmu ini berkaitan dengan batas-batas waktu shalat yang tidak terlepas dari batas-batas waktu pengamatan posisi Matahari. Arti dari Miqat sendiri adalah batas-batas waktu, seperti dijelaskan dalam kitab Shahih al-Bukhariy ada bab khusus (مواقت الصلاة و فصلها) yang menjelaskan tentang waktu-waktu shalat disertai dengan deskripsinya.

Ilmu Hai’at (علم الهيئة)

Hai’at, dulu ilmu ini disebut Ilmu Azyaj sebagai cabang dari Ilmu Hai’at. Dan juga populer digunakan untuk ilmu hitung atau aritmatika (al-Jabar), yakni ilmu yang membahas seluk-beluk aritmatika.[15]

Astronomi

Astronomi, secara etimologi berasal dari bahasa Yunani yang terdiri dari astro (άστρο) yang berarti bintang dan nomos (νόμος) yang berarti peraturan/hukum. Secara terminologi ialah ilmu yang mempelajari asal-usul, evolusi, sifat fisik, dan kimiawi benda-benda yang bisa dilihat di langit (dan di luar bumi) – juga proses yang melibatkan mereka. Singkatnya, mempelajari hukum-hukum perbintangan baik berupa gerakan dan kondisi fisik benda-benda langit. Tidak seperti astrologi yang memiliki pemahaman bahwa posisi benda-benda langit berpengaruh pada nasib kehidupan manusia di Bumi.

Astrofisika

            Penerapan Ilmu Fisika pada alam semesta secara keseluruhan, bukan hanya pada bintang. Selain bintang, ruang lingkup Astrofisika mencakup materi antar bintang, galaksi, quasar, dan kosmologi.

Kosmogoni

            Ilmu yang mempelajari tentang asal-usul alam semesta didasari filsafat dan kepercayaan (agama), bahkan ada ratusan dongeng yang isinya tidak ada yang serupa. Kemudian ilmu ini diperluas tidak hanya mempelajari tentang asal-usul alam semesta dan evolusinya tetapi diperluas meliputi alam semesta dan organisasinya yang mengarah pada teori dan pengamatan sehingga disebut Kosmologi yang berasal dari bahasa Yunani, Cosmos (alam semesta/ruang) dan Logos (bahasa). Singkatnya, kosmologi secara ilmu itu harus berdasarkan perhitungan dan observasi. Sama halnya perkembangan yang terjadi abad ke-18 yang mulai menyelidiki asal-usul tata surya kita Zonnestelsel dalam bahasa Belanda berarti Solar System dalam bahasa Inggris, seperti yang digagas oleh Kant-Laplace dengan “Teori Kabut”.

Kosmografi

            Ilmu yang mempelajari tentang pendataan berkaitan dengan jagat raya. Cosmos berarti alam semesta sedangkan Graphein berarti (menulis). Kosmografi merupakan bagian dari ilmu bintang yang mempelajari sifat-sifat langit perbintangan dengan benda-benda langitnya: Matahari, Bulan, Bintang-bintang, Planet-planet dan sebagainya tetapi benda-benda langit ini dipandang sebagai objek-objek yang amat kecil terhadap Jagat Raya yang sangat luas[16]. Ilmu ini biasa diberikan untuk ikhtisar umum astronomi atau biasa disebut Ilmu Pengetahuan Bumi dan Antariksa.

Astrobiologi

            Astrobiologi (kadang disebut juga eksobiologi, eksopaleontologi, bioastronomi, dan xenobiologi) adalah kajian tentang asal, evolusi, penyebaran, dan masa depan kehidupan di alam semesta. Bidang ilmu antardisiplin ini meliputi pencarian lingkungan laik huni baik di dalam maupun di luar Tata Surya (eksoplanet), pencarian bukti kimia prebiotik, kehidupan di Mars dan benda lain di Tata Surya, penelitian laboratorium dan lapangan perihal asal dan evolusi awal kehidupan di Bumi, serta kajian potensi makhluk hidup untuk beradaptasi di Bumi dan di luar angkasa.[17]

Arkeoastronomi

            Ilmu yang mempelajari mitos, legenda, kepercayaan, dan pandangan kehidupan-kehidupan kuno atau prasejarah di dunia dalam kaitannya dengan astronomi.


[1] Suatu bentuk kata yang mempunyai akar kata (asal-usul/kata dasar). Dalam Bahasa Arab, kalimat disebut kata dalam Bahasa Indonesia.

[2] Al-Munawir, A. Warson. Kamus al-munawir. Lihat juga kamus al-‘Ashriy.

[3] Maktabah Syamilah

[4] Yasu’i, Abalweis Ma’luf. al-Munjid fil lughat. 1908. Beirut: Muthabi’atul Katsuulikiyyat. hal. 551

[5] Al-Asfahaniy, Raghib. Mufradat fiy Ghariybil Qur’an. hal. 348

[6]  Ibid. hal. 393

[7] al-Munjid fil lughat. Op. cit.

[8] Dalam bahasa Inggris (astronomi populer) Falak disebut dengan orbit.

[9] Ghozaly, Ali. Diktat Ilmu Hisab seri Mabadi. Cianjur: PPI 4. hal. 4

[10] Jumsa, Uum. Ilmu Falak, Panduan Praktis Menentukan Hilal. 2006. Bandung: Humaniora. hal. 1

[11] Pada satu waktu yang sangat panjang mengarungi alam semesta yang berjarak ratusan milyar tahun cahaya (1 detik cahaya = 3 x 105 km/detik), benda langit ini akan kembali pada titik semula.

[12]    Program studi Astronomi sendiri terdiri atas tiga bidang keahlian yaitu Tata Surya, Fisika Bintang, serta Galaksi dan Kosmologi. Pada proses perkuliahannya  akan mendapatkan banyak ilmu yang menarik seperti pada kuliah Lintasan Satelit yang lebih mengarah pada Astronautika, Pengantar Instrumentasi Astronomi yang memperkenalkan kemajuan teknologi instrumentasi dalam Astronomi, dan Sistem Kalender yang nantinya dapat digunakan juga untuk penentuan hilal, yaitu penentuan awal bulan pada sistem penanggalan Islam.

Pada bidang Tata Surya, teman-teman akan mempelajari sistem tata surya beserta ”anggota keluarga” nya. Termasuk juga diantaranya adalah planet, asteroid, planet kerdil, dan lain-lain. Dari pengetahuan tentang planet dapat diturunkan lagi ilmu-ilmu lain, diantaranya komposisi atmosfer planet dan satelit-satelitnya, hingga pencarian planet-planet di luar tata surya yang bisa dihuni.

Pada bidang Fisika Bintang kita mempelajari evolusi bintang, bagaimana bintang terbentuk dari lahir hingga mati, serta bagaimana spektrum bintang. Galaksi dan Kosmologi mencakup komposisi dan bentuk galaksi, materi antar bintang, quark hingga pengembangan alam semesta.

[13] http://id.wikipedia.org/wiki/Falak

[14] Hai’ah Kibaril ‘Ulama. Ilmu ini juga disebut dengan Astronomi.

[15] Izzuddin, Ahmad. Fiqih Hisab Rukyah, Menyatukan NU dan Muhammadiyah dalam Penentuan Awal Ramadhan , Idul Fitri, dan Idul adha. 2007. Jakarta: Erlannga hal. 25

[16] Marsito. Azas-azas Kosmografi (Ilmu Falak). 1959. Jakarta: P.T. Pembangunan. hal. 9

[17] http://id.wikipedia.org/wiki/Astrobiologi

بسم الله الرحمن الرحيم

هو الذي جعل الشمس ضيآء و القمر نورا و قدره منازل لتعلموا عدد السنين و الحساب.

Dialah yang menjadikan Matahari bersinar dan Bulan bercahaya, dan Dialah yang menetapkan tempat-tempat orbitnya agar kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan waktu.{Q.S. Yunus: 5}

و القمر قدرنـــه منازل حتى عاد كالعرجون القديم. لاالشمس ينبغي لهآ أن تدرك القمر ولاالليل سابق النهار وكل فى فلك يسبحون.

Dan telah Kami tetapkan tempat peredaran bagi bulan, sehingga (setelah ia sampai ke tempat peredaranyang terakhir) kembalilah ia seperti bentuk tandan yang tua. (39) tidaklah mungkin bagi Matahari mengejar Bulan dan malam pun tidak dapat mendahului siang. Masing-masing beredar pada garis edarnya.{Q.S. Yasin: 39-40}.

Q.S. al-Baqarah: 189, Q.S. al-Isra’: 12, Q.S. al-An’am: 96, Q.S. ar-Rahman: 5, Q.S. ar- Ra’d: 2, Q.S. al-Anbiya:33, Q.S. at-Taubah:36 dsb.

عن محمد بن زياد قال سمعت أباهريرة رضي الله عنه يقول قال النبي صلى الله عليه وسلم أو قال أبو القاسم صلى الله عليه و سلم صوموا لرؤيته و أفطروا لرؤيته فإن غبي عليكم فأكملوا عدة شعبان ثلاثين {صحيح البخارى (كتاب الصوم): ٤٧٩}

            Dari Muhammad bin Ziyad, ia mengatakan, “Saya mendengar Abu Hurayrah r.a. mengatakan Nabi S.A.W. bersabda atau Ia berkata, Abul Qasim S.A.W. bersabda ‘Shaumlah karena melihatnya (Hilal)dan berbukalah (Iyd) karena melihatnya. Apabila terhalang atas kalian, sempurnakanlah bilangan (bulan)Sya’ban menjadi tiga puluh.’” {Shahih al-Bukhari (Kitab Shaum): 479}[1].

عن ابن عمر رضي الله عنهما عن النبي صلى الله عليه و سلم أنه قال إنا أمة أمية لانكتب و لانحسب الشهر هكذا و هكذا يعنى مرة تسعة و عسرين و مرة ثلاثين {صحيح البخارى (كتاب الصوم): ٤٧٩}

Dari Ibnu Umar r.a. dari Nabi S.A.W. sesungguhnya Beliau bersabda: “Sesungguhnya kami adalah umat yang Ummi, kami tidak pandai menulis dan berhitung. Sebulan itu begini dan begini. Maksudnya, kadang-kadang dua puluh sembilan hari dan kadang-kadang tiga puluh hari. {Shahih al-Bukhari (Kitab Shaum): 479}[2].

Pengertian berbagai metode Hisab yang populer di Indonesia:

Hisab Urfi                            : dalam bahasa arab, “Urfi” berarti kebiasaan atau kelaziman. Sistem perhitungan kalender yang didasarkan pada rata-rata Bulan mengelilingi Bumi dan ditetapkan secara konvensional[3].

Hisab Taqribi                        : dalam bahasa arab, “Taqrabu” berarti pendekatan. Sistem hisab yang sudah menggunakan kaidah-kaidah astronomis dan matematis, namun menggunakan rumus-rumus yang sederhana sehingga hasilnya kurang teliti[4]. Kitab Hisab Taqribi: Sulamun Nayirayn, Fathur Rauful Manan, al-Qawaidul Falakiyah.

Hisab Hakiki                        : “Haqiqi” berarti realitas atau yang sebenarnya. Sistem hisab hakiki ini sudah mulai menggunakan kaidah-kaidah astronomis dan matematis serta rumus-rumus terbaru dilengkapi dengan data-data astronomis terbaru sehingga memiliki tingkat ketelitian standar[5]. Kitab Hisab Hakiki: Hisab haqiqi, Tadzkiroh Al-ihwan Badi’ah Al-mitsal dan Menara Qudus An-nahij Al-hamidiyah Al-khuasial Wafiyah dsb.

Hisab Hakiki Tahkiki           : Sistem hisab ini memakai metode perhitungan berdasarkan teori-teori astronomi modern dan ilmu ukur segitiga bola serta berdasarkan pengamatan baru[6]. Kitab Hisab Hakiki Tahkiki: al-falakiyah Nurul Anwar.

Hisab Hakiki Kontemporer  : Hisab yang berdasarkan astronomi modern, matematika kontemporer, dan menggunakan alat-alat elektronika modern (software) koreksi-koreksi posisi Bulan dan Matahari lebih kompleks dan lebih teliti[7]. Kitab Hisab Hakiki Kontemporer: Jean Meeus, New Comb, Astronomical Almanac, Mawaqit Ascrip.

Faktor yang dominan dalam penampakan Hilal[8] adalah jarak sudut Bulan-Matahari dan tinggi Hilal saat Matahari terbenam. Orang-orang Babilonia kuno sudah memiliki kriteria sendiri untuk hal ini, bahwa Hilal dapat dilihat saat Hilal mencapai usia lebih dari 24 jam setelah konjungsi. Fotheringham, dengan menggunakan hasil pengamatan orang-orang Yunani, menurunkan kriteria visibilitas Hilal berdasarkan beda azimut Bulan-Matahari dan tinggi Hilal dari ufuk. Telaah Fotheringham ini kemudian dikembangkan oleh Maunder yang selanjutnya disempurnakan lagi dalam Indian Astronomical Ephemeris. Dari ketiga kriteria ini, untuk beda azimut yang membesar, tinggi Hilal dari ufuk yang diperlukan agar Hilal dapat teramati makin berkurang. Jadi tinggi Hilal untuk beda azimut 10 derajat, lebih rendah daripada tinggi hilal bila beda azimutnya 5 derajat.

Seorang berkebangsaan Prancis, A. Danjon, pada tahun 1932 mengadakan telaah atas pengurangan efek tanduk bulan sabit dan hasil penelitiannya menunjukkan bahwa jarak sudut Bulan-Matahari sebesar 7o merupakan batas bawah Hilal dapat teramati oleh mata bugil. Meskipun hasil di atas disempurnakan oleh M. Ilyas, peneliti berkebangsaan Malaysia, pada tahun 1988 yang menghasilkan angka 10,5 derajat untuk jarak sudut Bulan-Matahari pada beda azimut 0o agar Hilal dapat dilihat, keduanya sepakat untuk satu hal, bahwa hilal harus berada pada suatu ketinggian yang cukup untuk dapat dirukyat (diamati) oleh semua orang yang secara geografis berada dalam wilayah (regional) yang sama.

Kaidah penampakan Hilal dalam langit senja di ufuq Barat secara umum adalah: (1) Langit cerah atau cukup cerah berawan tipis (2) Waktu pengamatan telah melewati waktu konjungsi/ijtima’ (3) Waktu penampakan Hilal dalam senja nautika (jarak Zenith Matahari sekitar 95o atau 96o) (4) Pada saat Matahari terbenam dan bahkan Matahari mencapai jarak zenith sekitar 95 atau 96 derajat posisi Bulan masih harus di atas ufuq. Penampakan Hilal umumnya dalam langit senja nautika ketika kedudukan Matahari mencapai 5 atau 6 derajat di bawah ufuq atau di bawah horizon barat. Senja nautika di antara senja sipil dan senja astronomi (5)

Ukuran luas sabit Bulan sedemikian rupa sehingga bisa cukup terang dan mudah dideteksi oleh mata bugil manusia[9].

Pengamatan Pierce: Hilal termuda mempunyai usia 15 jam 33 menit pada tanggal 25 Februari 1990, pertama terlihat jam 23:55 UT[10]. Akan tetapi, umur Hilal termuda yang pernah atau berhasil dirukyat saat umur Hilal 13 jam 24 menit pada tanggal 5 Mei 1989 (6 Mei UT) di Houston, Texas, AS. oleh M. Iqbal Badat (beserta keluarganya) & Saleh al-Thani[11].

Berbagai pandangan mengenai kriteria dan prinsip Penentuan Awal Ramadhan dan Syawal:

Kriteria Hisab:

  1. Ijtima’ Qabla Fajr
  2. Ijtima’ Qabla Ghurub.
  3. Wujudul Hilal 4. Imkanur Rukyat / Visibilitas Hilal: Kriteria Danjon, Istambul, Ilyas, termasuk LAPAN[12]:

- Beda tinggi Bulan – Matahari (Irtifa’)  > 4o

- Jarak sudut Bulan – Matahari (Elongasi) > 6,4o

 

Prinsip:

  1. Rukyat Global
  2. Wihdatul Mathali
  3. Wilayatul Hukmi

[1] Jumsa, Uum. 2006. Ilmu Falak Panduan Praktis Menentukan Hilal. Bandung: Humaniora. hal: 1

[2] http://mutiary.wordpress.com/2009/02/12/perbandingan-metode-hisab-dengan-meode-rukyat-dalam-menentukan-awal-bulan-hijriyah/

[3] Ibid.

[4] Ilmu Falak Panduan Praktis Menentukan Hilal. Loc. cit. hal: 5

[5] Ibid.

[6] Hilal adalah pantulan sinar Bulan ke Bumi yang berbentuk lengkungan yang sangat tipis pada hari pertama dan ke dua penanggalan bulan Hijriyah

[7] Raharto, Moedji. 2009. Ramadhan 1430 H 29 atau 30 Hari?. Bandung. Bosscha. Makalah ini disampaikan pada hari kamis 20 Agustus 2009 saat observasi Hilal di Observatorium Bosscha, Lembang, Bandung

[8] Ibid.

[9] Djamaluddin, Thomas. 2006. Menjelajah Keluasan Langit  Menembus Kedalaman al-Qur’an. Bandung: Khazanah Intelektual.

[10] http://tdjamaluddin.wordpress.com/2010/08/13/hilal-syari-vs-hilal-astronomis-awal-ramadhan-1431/


[1] al-Bukhariy, Muhammad bin Isma’il. 2003. Shahih al-Bukhariy Kitab Shaum. Kairo: Maktabah Shorouq ad-Dauliyah hal. 479

[2] Ibid. Hal: 479

Aurora, Cahaya Kutub

بسم الله الرحمن الرحيم

Aurora, itulah nama sebuah fenomena yang terjadi akibat adanya interaksi antara partikel-partikel Matahari yang terjebak dalam medan magnet dan atmosfer Bumi yang mengalir turun sesuai dengan garis-garis medan magnetik Bumi ke kutub-kutub Bumi dan bertabrakan dengan atom nitrogen dan oksigen di atmosfer sehingga terjadinya badai geomagnetik yang menghasilkan tirai cahaya berwarna-warni di beberapa lokasi berlintang tinggi[1]. Penamaan Aurora sendiri diambil dari bahasa Yunani[2] yaitu Dewi Fajar Rom[3].

Partikel-partikel yang dilontarkan oleh Matahari disebut dengan Flare, Matahari merupakan sebuah bintang – yaitu bola plasma panas yang ditopang oleh gaya gravitasi. Di pusat Matahari (nomor 1), terjadi reaksi nuklir (fusi) yang mengubah 4 atom hidrogen menjadi 1 atom helium. Reaksi fusi tersebut, selain menghasilkan helium, juga menghasilkan energi dalam jumlah melimpah (ingat persamaan terkenal oleh Einstein: E=mc2). Energi yang dihasilkan, di pancarkan keluar melewati bagian-bagian Matahari, yaitu: zona radiatif (nomor 2), zona konventif (nomor 3), dan bagian atmosfer Matahari, yang terdiri dari fotosfer (nomor 4), kromosfer (nomor 5), dan korona (nomor 6). Dan badai Matahari adalah peristiwa yang berkaitan dengan bagian atmosfer Matahari tersebut.

Bagian terluar dari Matahari, yaitu korona, memiliki temperatur yang mencapai jutaan kelvin. Dengan temperatur yang tinggi tersebut, materi yang berada di korona Matahari memiliki energi kinetik yang besar. Tarikan gravitasi Matahari tidak cukup kuat untuk mempertahankan materi korona yang memiliki energi kinetik yang besar itu. Dan secara terus menerus, partikel bermuatan yang berasal dari korona, akan lepas keluar angkasa. Aliran partikel ini dikenal dengan nama angin matahari, yang terutama terdiri dari elektron dan proton dengan energi sekitar 1 keV. Setiap tahunnya, sebanyak 1012 ton materi korona lepas menjadi angin matahari, yang bergerak dengan kecepatan antara 200-700 km/s.

Berbeda dengan pusat Matahari yang relatif sederhana, bagian atmosfer Matahari relatif lebih rumit. Karena di atmosfer Matahari ini, medan magnetik Matahari berperan besar terhadap berbagai peristiwa yang terjadi di dalamnya. Ada berbagai fenomena menarik diamati di atmosfer Matahari berkaitan dengan medan magnetik Matahari, seperti bintik matahari (sun spot), ledakan Matahari (solar flare)[4], prominensa, dan pelontaran material korona (CME – Coronal Mass Ejection)[5]. Hal-hal inilah yang berkaitan dengan badai Matahari[6].

Ledakan yang terjadi di Matahari tersebut diklasifikasikan dalam beberapa kelas berdasarkan kecerlangannya pada panjang gelombang sinar-x antara 1 – 8 Angstroms. Setidaknya ada 3 klasifikasi utama dalam flare Matahari yakni :

  1. Flare kelas X, merupakan klasifikasi untuk ledakan yang paling besar dan dasyat yang terjadi di Matahari. Ledakan kelas ini bisa menyebabkan terjadinya gangguan pada jaringan listrik karena transformator dalam jaringan listrik akan mengalami kelebihan muatan, gangguan telekomunikasi (merusak satelit, menyebabkan black-out frekuensi HF radio, dll), navigasi, menyebabkan korosi pada jaringan pipa bawah tanah dan terjadinya badai radiasi yang panjang di lapisan teratas atmosfer.
  2. Flare kelas-M, merupakan ledakan kelas menengah yang kekuatannya 1/10 dari energi fluks flare kelas X. Biasanya flare di kelas ini hanya meyebabkan terjadinya pemadaman (blackout) singkat pada frekuensi radio khususnya untuk area kutub dan badai radiasi yang minor.
  3. Flare kelas-C, jika dibandingkan dengan kelas M dan X, kelas C jelas merupakan flare yang terhitung berskala kecil dan hampir tidak memiliki akibat pada Bumi. Kekuatannya 1/10 energi fluks flare kelas M.

Kelas

 Puncak (W/m2)antara 1 dan 8 Angstroms

B

I< 10-6

C

10-6 < = I < 10-5

M

10-5< = I < 10-4

X

I> = 10-4

Yang pasti, fenomena badai geomagnetik setelah terjadinya flare Matahari sebagai akibat interaksi medan magnetik Bumi dan materi bermuatan yang terlepas dari Matahari menyajikan keindahan tirai cahaya warna warni yang dikenal sebagai aurora di area kutub dan area lintang tinggi.

Singkatnya, badai Matahari adalah kejadian dimana aktifitas Matahari berinteraksi dengan magnetik Bumi. Badai Matahari ini berkaitan lansung dengan peristiwa solar flare dan CME. Kedua hal itulah yang menyebabkan terjadinya badai Matahari.

Beruntung, kita diberi magnet alami untuk menangkal partikel berenergi tinggi ini sebagaimana dalam al-Qur’an surat al-Anbiya’: 32

وَجَعَلْنَا السَّمَاءَ سَقْفًا مَحْفُوظًا وَهُمْ عَنْ آَيَاتِهَا مُعْرِضُونَ {الأنبياء:23}

“Dan Kami menjadikan langit sebagai atap yang terpelihara, namun mereka tetap berpaling dari tanda-tanda (kebesaran Allah).”

 Jika partikel bermuatan dipaksa melintasi medan magnetik maka ia akan diarahkan oleh medan magnetik Bumi, untuk bergerak sesuai dengan garis-garis medan magnetik Bumi, meninggalkan suatu daerah berbentuk komet di sekitar Bumi kita yang disebut magnetosfer menuju ke arah kutub utara dan kutub selatan magnetik Bumi sehingga suatu arus listrik (induksi) dapat dihasilkan melalui suatu kumpulan interaksi-interaksi yang kompleks, beberapa dari partikel-partikel bermuatan dapat menembus ke dalam magnetosfer ini berkumpul dalam beberapa zone di sekitar Bumi. Arus listrik yang dibangkitkan memberikan energi untuk mempercepat  beberapa dari partikel-partikel ini kembali menuju Bumi, sejajar dengan garis-garis gaya magnetik yang berasal dari kutub-kutub magnetik utara dan selatan. Saat partikel-partikel energetik tersebut berbenturan dengan partikel udara dalam atmosfer Bumi, ia akan menyebabkan partikel udara (terutama nitrogen) terionisasi dan mengeksitasi atom-atom dan molekul-molekul lainnya ketingkat energi lebih tinggi (keadaan eksitasi). Ketika atom-atom dan molekul-molekul ini kembali ke keadaan dasarnya dengan cara membebaskan energi, atom-atom dan molekul-molekul ini memancarkan radiasi dengan panjang gelombang tertentu. Panjang gelombang-panjang gelombang cahaya tampak yang dipancarkan menghasilkan AURORA[7].

والله أعلم

الله يأخذبأيدينا إلى مافيه خير للإسلام والمسلمين


[1] http://langitselatan.com/2010/08/04/dari-flare-matahari-hingga-aurora/

[2] Aurora yang terjadi di belahan utara dinamai Aurora Borealis sedangkan yang terjadi di selatan Aurora Australis.

[3] http://id.wikipedia.org/wiki/aurora

[4] Ledakan di Matahari akibat terbukanya salah satu kumparan kumparan medan magnet permukaan Matahari. Ledakan ini melepaskan partikel berenergi tinggi dan radiasi elektromagnetik pada panjang gelombang sinar-x dan sinar gamma.

[5] Pelepasan material dari korona yang teramati sebagai letupan yang menyembur dari permukaan Matahari. Dalam semburan material korona ini, sekitar 2×1011 – 4×1013 kilogram material dilontarkan dengan energi sebesar 1022 – 6×1024 joule. Material ini dilontarkan dengan kecepatan mulai dari 20 km/s sampai 2000 km/s, dengan rata-rata kecepatan 350 km/s. Untuk mencapai Bumi, dibutuhkan waktu 1-3 hari

[6] Langitselatan. Loc. cit.

[7] Kanginan, Marthen. Fisika 2000 SMU kelas 2. 2003. Jakarta; Erlangga. hal 126-127.

Hal-hal Yang Merusak Tauhid

بسم الله الرحمن الرحيم

Tauhid merupakan agama yang pertama kali dianut oleh makhluk Allah sebelum diciptakan-Nya Nabi Adam A.S. dari tanah. Namun seiring berjalannya waktu dan bertambahnya manusia di muka Bumi ini – manusia membuat tandingan selain Allah bahkan mulai membuat patung untuk mengenang orang-orang shaleh terdahulu yang kemudian disembah.

  1. A. Definisi Tauhid dan Syirik

Tauhid berasal dari bahasa arab yaitu dari kata وحّد – يوحّد – توحيدا[1] yang artinya menyatukan/meng-Esa-kan. Kadang juga disebut dengan Iman berasal dari bahasa arab yaitu dari  أمن – يؤمن – إيمانا – مؤمن  yang artinya percaya.

التوحيد فى اللغة: الحكم بأن الشيئ واحد والعلم بأنه واحد

Tauhid menurut bahasa adalah; Menetapkan bahwa sesuatu itu satu dan mengetahui bahwa Dia itu satu[2].

واصطلاحا: إفراد المعبود بالعبادة مع الإعتقاد بوحدته ذاتا و صفاتا و أفعالا

Sedangkan menurut istilah; Meng-Esa-kan yang disembah dalam ibadah dengan meyakini ke-Esa-an-Nya, baik dzat, sifat, dan pekerjaannya[3].

 

Dengan mengucapkan dua kalimat syahadat seseorang berarti telah mempersaksikan diri sebagai hamba Allah semata.

الشرك هو دعوة غير الله معه وأن تجعل لله ندا فى العبادة و هو خلقك

Syirik adalah berdo’a/memohon kepada Allah dan memohon kepada selain Allah, juga membuat tandingan/saingan dalam beribadah kepada Allah padahal Allah sendiri yang menciptakannya[4].

و قيل: هو أن تجعل لله ندا يدعوه و يرجوه و يخافه كما يخاف الله

Menurut yang lainnya; Syirik ialah menjadikan sesuatu tandingan kepada Allah yang ia bermohon, berharap dan takut kepadanya, seperti takutkepada Allah[5].

إن الله لايغفر أن يشرك به و يغفر ما دون ذلك لمن يشاء و من يشرك بالله فقد افترى إثما عظيما. )النساء: ٤٨(

Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.

و إذ قال لقمان لابنه و هو يعظه يابني لاتشرك بالله إن الشرك لظلم عظيم. )لقمان: ۱۳(

Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya:’Hai anakku, janganlah engkau mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kedlaliman yang besar’.

 

  1. B. Macam-Macam Syirik

Menurut Abu al-Baqa, syirik itu ada beberapa macam, di antaranya:

  1. 1. Syirik al-Istiqlal

وهو إثبات الهين مستقلّين، كشرك المجوس

Yaitu menetapkan adanya dua tuhan atau lebih dengan berdiri sendiri, seperti syiriknya kaum Majusi (penyembah api)[6].

 

  1. 2. Syirik at-Tab’idh

وهو تركيب الإله من آلهة، كشرك النصارى

Yaitu menetapkan tuhan terdiri dari beberapa tuhan, seperti syiriknya kaum Nashrani (tuhan Bapak, tuhan Anak, dan Ruh Qudus)[7].

  1. 3. Syirik at-Taqrib

وهو عبادة غير الله ليقرّب إلى الله زلفى، كشرك متقدّمى الجاهلية

Yaitu menyembah selain Allah untuk mendekatkan diri kepada Allah, seperti syiriknya orang-orang jahiliyyah dulu[8].

  1. 4. Syirik at-Taqlid

وهو عبادة غير الله تبعا لغير، كشرك متأخّرى الجاهليّة

Yaitu menyembah selain Allah karena ikut-ikutan kepada yang lain, seperti syiriknya orang-orang jahiliyah yang mutaakhirin (kemudian)[9].

  1. 5. Syirik al-Asbab

وهو إسناد التأثير للأسباب العادية، كشرك الفلاسفة و الطبائعين ومن تبعهم على ذلك

Yaitu menyandarkan kejadian sesuatu kepada sebab yang biasa, seperti syiriknya para ahli filsafat dan para ahli fisika. (yang mengaitkan sesuatu dengan kejadian alam tanpa memperhitungkan alam)[10]

  1. 6. Syirik al-Aghradh

وهو عمل لغير الله (القاسمى ٥: ١٢٨٨)

Yaitu beramal tidak karena Allah, seperti orang beribadah karena riya. (al-Qasimi 5: 1288)[11].

Sedangkan menurut Ulama yang lain membagi syirik kepada dua macam; yaitu syirik Akbar (besar) dan syirik Ashghar (kecil). Syirik Akbar ialah menjadikan tandingan kepada Allah, ia bermohon kepadanya seperti bermohon kepada Allah. Atau membuat satu aturan atau bagian untuknya sebagaimana aturan kepada Allah, seperti halnya memohon pertolongan, mengadakan sembelihan, sesajen atau nadzar karenanya yang bukan karena Allah[12].

وفى الصحيحين، عن ابن مسعود؛ سألت النبي صلى الله عليه وسلم: أي الذنب الأعظم؟ قال: أن تجعل لله ندّا وهو خلقك… (متفق عليه)

Dalam dua hadits shahih (Bukhariy-Muslim), dari Ibnu Mas’ud; aku bertanya kepada Nabi S.A.W. Dosa apakah yang terbesar? Nabi menjawab: Engkau menjadikan tandingan kepada Allah padahal Allah sendiri yang menciptakanmu… (H.R. Bukhariy Muslim)

Sedangkan Syirik Ashghar ialah setiap “perantara” yang dapat membawa syirik Akbar, tetapi tidak sampai kepada taraf ibadah atau menyembah dan tidak membuat pelakunya keluar dari Islam, tetapi termasuk dosa besar saja[13].

 

  1. C. Macam-Macam Syirik Akbar
    1. 1. Syirik Do’a

Yaitu berdo’a kepada selain Allah, seperti kepada para Nabi, para wali untuk meminta rizki atau minta disembuhkan dari penyakit.

ولا تدعوا من دون الله مالا ينفعك ولا يضرّك فإن فعلت فإنك إذا من الظالمين (يونس: ۱۰٦)

Dan janganlah kamu menyembah apa-apa yang tidak memberi manfaat dan tidak (pula) memberi mudharat kepadamu selain Allah; sebab jika kamu berbuat (yang demikian) itu, maka sesungguhnya kamu kalau begitu termasuk orang-orang yang dlalim[14]. (Q.S. Yunus: 106)

  1. 2. Syirik dalam Sifat Allah

Seperti berkeyakinan bahwa para Nabi atau para wali mengetahui hal yang ghaib (selain Allah).

وعنده مفاتح الغيب لا يعلمها إلا هو…. (الأنعام: ٥٩)

Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri…. (Q.S. al-An’am: 59)

  1. 3. Syirik al-Mahabbah

Yaitu mencintai atau mengagungkan para wali, seperti mencintai Allah.

ومن الناس من يتخذ من دون الله أندادا يحبّونهم كحبّ الله والذين أمنوا أشدّ حبّا لله… (البقرة: ١٦٥)

Dan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman sangat cinta kepada Allah…. (Q.S. al-Baqarah: 165)

  1. 4. Syirik ath-Tha’at

Yaitu menta’ati ulama atau syeikh dalam maksiat dengan keyakinan bahwa hal itu boleh (sekalipun bertentangan dengan agama).

إتخذوا أحبارهم و رهبانهم أربابا من دون الله… (التوبة: ۳۱)

Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah… (Q.S. at-Taubah: 31)

Sedang ibadah itu ditafsirkan dengan mentaati mereka dalam menghalalkan yang haram atau mengharamkan yang dihalalkan oleh Allah.

  1. 5. Syirik al-Hulul

Yaitu berkeyakinan bahwa Allah bersatu dengan makhluknya (nitis atau seperti faham sinkritisme). Ini adalah aqidah Ibnu Arabi seorang sufi yang dikuburkan di Damasqus. Ia menyatakan tuhan itu hamba dan hamba itu tuhan. Aku heran sekali; siapakah mukallafnya?[15]

  1. 6. Syirik at-Tasharruf

Yaitu berkeyakinan bahwa sebagian para wali dapat mengatur dan mengutus alam semesta. Mereka disebut Wali Quthub, padahal Allah bertanya kepada orang musyrik terdahulu dengan firman-Nya; Siapakah yang mengatur segala urusan? Mereka menjawab: Allah.

  1. 7. Syirik al-Khauf

Yaitu berkeyakinan bahwa para wali yang sudah mati atau yang ghaib dapat menentukan sesuatu atau dapat membuat celaka, yang membuat mereka takut dengan para wali. Dan ini adalah keyakinan orang musyrik yang diperingatkan dalam al-Qur’an.

أليس الله بكاف عبده ويخوّفونك بالذين من دونه… (الزمر: ۳٦)

Tidaklah Allah mencukupkan hamba-Nya? Dan mereka menakut-nakuti kamu dengan (kekuatan) berhala selain Allah. (Q.S. az-Zumar: 36)

  1. 8. Syirik al-Hakimiyyah

Yaitu orang yang membuat aturan atau undang-undang yang bertentangan dengan syari’at Islam dan menganggap bahwa Islam itu sudah tidak layak lagi.

…ومن لم يحكم بما أنزل الله فأولئك هم الكافرون (الما ئدة: ٤٤)

…barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir”. (Q.S. al-Maidah: 44).

  1. D. Macam-Macam Syirik Ashghar
    1. 1. Riya dan Berbuat Sesuatu Karena Manusia

Riya dan berbuat sesuatu bukan karena Allah, seperti seorang muslim yang beramal atau shalat atas dasar perintah Allah, tetapi ia memperbagus shalatnya dan ibadahnya agar mendapatkan pujian orang.

…فمن كان يرجوا لقآء ربّه فليعمل عملا صالحا ولايشرك بعبادة ربّه أحدا (الكهف: ۱۱۰)

…barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Rabnya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang shaleh dan janganlah ia mempersekutukan seorang pun dalam beribadah kepada Rabnya. (Q.S. al-Kahfi: 110).

Bahkan di dalam hadits pun dijelaskan Rasulullah memperingatkan umatnya untuk berhati-hati terhadap syirik kecil yaitu Riya.

و عن محمود بن لبيد رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه و سلم (إنّ أخوف ما أخاف عليكم الشرك الأصغر: الرياء) أخرجه أحمد بإسناد حسن. ﴿بلوغ المرام (باب الترهيب من مساوئ الأخلاق): ١٥١٢﴾

Dari mahmud bin Labid r.a. Ia berkata: Rasulullah S.A.W. bersabda, “Sesungguhnya sesuatu yang paling aku takuti atas umatku, ialah syirik yang kecil (yaitu) riya”. H.R. Ahmad dengan isnad yang hasan.[16]

Dalam Shahih Muslim ada ungkapan (matan) yang sama dengan hadits yang di atas dari Mahmud bin Labid.

  1. 2. Sumpah Dengan Selain Allah

Ada sabda Rasul yang mengungkapkan

من حلف بغير الله فقد أشرك (رواه أحمد)

“Barangsiapa yang bersumpah bukan dengan nama Allah, maka sungguh dia musyrik”. (H.R. Ahmad).

Tetapi kadang sumpah bukan dengan nama Allah itu termasuk syirik akbar apabila orang yang sumpah itu berkeyakinan bahwa wali itu dapat membuat dia celaka jika ia melanggar sumpahnya.

  1. 3. Syirik Khafi (Tersembunyi)

Ibnu ‘Abbas menjelaskannya seperti contoh ucapan seseorang kepada temannya; Apa-apa yang dikehendaki Allah dan kamu (pasti terjadi) atau seperti ungkapan; Kalaulah tidak karunia Allah dan bantuan si fulan,…. atau seperti ungkapan; Kalau tidak ada anjing pasti pencuri masuk.

و قال النبيّ صلى الله عليه و سلم: لاتقول ماشاء الله و شاء فلان، ولكن قولوا: ماشاء الله ثمّ شاء فلان. (رواه أحمد)

Nabi S.A.W. bersabda: “Janganlah kamu katakan ini kehendak Allah dan kehendakmu, tapi ucapkanlah; ini kehendak Allah, lalu kamu juga berkehendak”.

و قال النبيّ صلى الله عليه و سلم: الشرك فى هذه الأمّة اخفى من دبيب النملة السوداء على صفارة سوداء فى ظلمة الليل.

Nabi S.A.W. juga bersabda: “Syirik di umat kami lebih tersembunyi daripada merayapnya semut hitam di atas batu hitam di tengah-tengah kegelapan malam.

Adapun kifaratnya dengan berdo’a kepada Allah. Nabi pun mengajarkannya dengan berdo’a seperti

اللهمّ إني أعوذبك أن أشرك بك شيئا وأنا أعلم وأستغفرك من الذنب الذى لا أعلم.

“Ya Allah! Aku berlindung kepeda-Mu dari menyekutukan-Mu padahal aku tahu dan aku memohon ampun kepada-Mu dari dosa yang aku sendiri tidak sadar”.

  1. E. BeberapaFenomena Syirik Di Masyarakat Indonesia
    1. 1. Ngalap (Mencari) Berkah di Kuburan Wali, Kiyai, dan selainnya.

Sudah menjadi hal yang umum dan membudaya di masyarakat, dan bahkan dianggap ibadah yang sangat afdhal bahwa pada hari-hari/bulan-bulan tertentu, misalnya Maulud (Rabiul awal), menjelang Ramadhan, menjelang lebaran (Syawwal) dan lain sebagainya, banyak orang yang mendatangi kuburan kuburan kyai, orang-orang yang dianggap wali, atau kuburan orang shalih. Mereka datang dari tempat yang cukup jauh dengan mencurahkan tenaga, waktu, pikiran, dan harta. Padahal Rasulullah telah bersabda,

“Janganlah kalian mengadakan perjalanan jauh (untuk beribadah, berziarah, mencari berkah) kecuali hanya ke tiga masjid: Masjidil Haram, Masjidku ini (Masjid Nabawy), dan Masjid al-Aqsha.”(Muttafaqun ‘Alaih)

Dengan melakukan ritual ziarah ke kuburan-kuburan wali/kiyai dari tempat yang jauh, maka itu sudah merupakan suatu pelanggaran terhadap konsekwensi hadits diatas.

Kalau ternyata tujuan dari ziarah kubur itu menyimpang dari tuntunan syari’at Islam yang suci ini, seperti: Mencari berkah, meminta-minta kepada penghuni kuburan itu, atau mencari syafa’at, maka perbuatan itu jelas merupakan syirik akbar. Apabila pelakunya tidak bertaubat hingga datang kematiannya, maka Allah Subhannahu wa Ta’ala tidak mengampuninya dan dia kekal dalam neraka, semoga kita terhindar dari hal itu.

Allah berfirman:

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya.”(QS. 4:48)

  1. 2. Mencari Kesaktian  Lewat Amalan, Dzikir Atau Ritual Lainnya

Fenomena ritual seperti ini sudah berurat dan berakar, bahkan menjadi trend dalam masyarakat kita. Dan yang terbelit dan terperangkap dalam lingkaran syetan ini mulai dari orang awam sampai para pejabat, rakyat jelata sampai orang berpangkat. Bahkan kalangan “terpelajar” yang mengaku “intelektual”pun menggandrungi klenik-klenik seperti ini. Mereka menyebutnya dengan “membekali diri dengan ngelmu (ilmu), kekebalan, kesaktian”.

Untuk mengelabuhi orang-orang awam terkadang seseorang pinter itu menyandangkan titel mentereng seperti: KH (Kyai Haji), Prof, DR, padahal semua itu mereka lakukan untuk melanggengkan bisnis mereka sebagai agen-agen dan kaki tangan syetan dan jin.

Untuk meraih kesaktian ini, ada yang dengan cara-cara klasik kebatinan, dengan istilah black magic (ilmu hitam) maupun white magic (ilmu putih), dan ada pula dengan cara-cara ritual “dzikir dan amalan-amalan wirid tertentu”, dan cara yang terakhir ini lebih banyak mengelabui kaum muslimin, karena seakan-akan caranya Islami dan tidak mengandung kesyirikan.

Dan perlu diketahui bahwa”dzikir dan amalan-amalan wirid tertentu” yang tidak ada syari’atnya dalam Islam, merupakan rumus dan kode etik untuk berhubungnan dengan alam supranatural (alam jin), hal seperti ini merupakan perangkap syetan yang menjerumuskan orang pada perbuatan syirik. Untuk mengetahui bahwa perbuatan itu termasuk perbuatan syirik adalah sebagai berikut:

1.1.       Bahwa “dzikir dan amalan-amalan wirid tertentu” tersebut bukanlah syari’at Islam, karena tidak memakai standar Al-Qur’an maupun Sunnah Rasulullah n, dan ini termasuk dalam kategori bid’ah, yang mana syetan lebih menyukai bid’ah daripada perbuatan maksiat sekalipun.

1.2.       Apabila tujuan seseorang melakukan “dzikir dan amalan-amalan wirid tertentu” tersebut untuk memperoleh kesaktian, kekebalan, dan hal-hal yang luar biasa, maka sudah pasti itu bukan karena Allah Subhannahu wa Ta’ala, seperti membaca Al-fatihah 1000 X, Al-ikhlas 1000 X dan lain sebagainya dengan tujuan agar kebal terhadap senjata tajam, peluru dan tahan bacok. Atau membaca salah satu shalawat bikinan (baca;bid’ah) dengan iming-iming kesaktian tertentu seperti bisa menghilang dari pandangan orang, bisa makan besi, kaca, beling dan lain sebagainya. Itu semua bukanlah karomah tetapi merupakan hakikat syirik itu sendiri, karena telah memalingkan tujuan suatu ibadah kepada selain Allah Subhannahu wa Ta’ala.

  1. 2. Meminta Bantuan Arwah Rasul, Wali, atau Tokoh Tertentu Agar Terhindar Dari Marabahaya

Ritual-ritual seperti ini dapat kita saksikan pada acara-acara malam 1 Syuro(Muharram). Diantara mereka ada yang mengadakan acara ritual di pantai laut selatan, mereka ramai-ramai melepaskan bermacam-macam sesajen seperti hewan yang masih hidup, aneka makanan, bunga-bungaan dan kemenyan sambil memanggil-manggil arwah Nabi Muhammad, Syekh Abdul Qodir Jailani dan memanggil Nyi Roro Kidul. Tujuan mereka melakukan ini agar Nyi Roro Kidul yang “katanya” menjadi penguasa di pantai laut selatan itu tidak minta korban pada tahun ini.

  1. 3. Membuat Sesajen.

Kegiatan ritual syirik ini bisa kita temui ketika ada pembangunan jembatan, gedung atau rumah. Pada acara peletakan batu pertama, biasanya diadakan pemotongan hewan kemudian darahnya disiramkan atau dioleskan, dan kepala hewan itu ditanam di situ. Tujuannya agar bangunan itu kokoh, kuat, lancar dalam pembangunannya serta tidak meminta korban, terhindar dari bahaya, serta agar makhluk halus yang ada di situ tidak mengganggu. Ada juga yang meletakkan sesajen di atas tiang utama bangunan, agar terhindar dari gangguan makhluk halus yang berada di daerah itu.

Demikian pula, ketika orang merasa takut melewati pohon besar, kuburan, hutan atau lembah yang dianggap angker. Lalu dia mengirimkan berbagai macam bentuk sesajen. Kalau lewat di daerah itu harus minta izin terlebih dahulu, seperti mengucapkan “Mbah permisi saya mau lewat” sambil menundukkan badan pertanda tunduk, atau dengan membunyikan klakson kendaraan sambil menjalankannya dengan pelan-pelan, dan lain sebagainya

  1. 4. Memakai Jimat

Ketika batu akik diyakini memiliki daya magic karena telah “diisi” oleh dukun atau orang pintar, maka menjadikan akik itu sebagai jimat pembawa keberuntungan berarti telah menjadikannya sebagai tuhan selain Allah.

Ketika bambu kuning atau potongan tulisan arab yang maknanya tidak jelas diletakkan di atas pintu rumah, agar”si kolor ijo”tidak bisa masuk rumah, maka berarti telah mempertuhankan jimat itu, dan ini adalah bantuk kesyirikan yang sangat nyata terhadap Allah SWT.

Demikian pula apabila al-Qur’an Stambul (Al-Qur’an berukuran sangat kecil yang tulisannya tidak bisa dibaca kecuali dengan mikroskop) dijadikan jimat untuk menolak marabahaya, maka pelakunyapun sudah terjerumus pada lingkaran syetan yaitu syirik.

Rasulullah SAW bersabda, artinya:

“Barangsiapa yang menggantungkan sesuatu (sebagai jimat), niscaya Allah menjadikan dia selalu bergantung kepada jimat itu”. (HR.Imam Ahmad dan at-Tirmidzi)

  1. 5. Ramal-Ramalan

Yaitu segala bentuk ramalan, mulai dari ramalan keadaan Indonesia sampai keadaan pribadi seseorang untuk rentang waktu sepekan, sebulan atau setahun ke depan, baik mengenai ekonominya, politiknya dan lain sebagainya. Ini semua adalah klenik-klenik yang menghancurkan negara besar ini yang katanya mayoritas muslim terbesar di dunia. Klenik ini juga yang menjadi faktor utama datangnya musibah-musibah yang silih berganti dan tidak akan pernah hengkang dari tanah air kita ini selama kemaksiatan syirik ini dan dosa-dosa besar lainnya masih gentayangan menghancurkan sendi-sendi kehidupan beragama kita. Wallahul Musta’an, hanya kepada Allah kita memohon pertolongan.

 

  1. F. Meniadakan Syirik Kepada Allah

Sesungguhnya meniadakan syirik dari Allah tidak akan sempurna kecuali dengan meniadakan tiga macam syirik:

  1. 1. Syirik Dalam Perbuatan Allah

Meyakini bahwa bersama Allah ada pencipta dan pengurus yang lain atau pemberi rizki, seperti keyakinan sebagian orang Sufi bahwa Allah telah menyerahkan sebagian kunci segala urusan kepada sebagian para wali, seperti wali Quthub diserahi untuk mengurus urusan-urusan tertentu. Bahkan ada orang sufi yang mengatakan dalam kitabnya, al-Kafi fi ar-Raddi ‘ala al-Wahabi; “Sesungguhnya Allah mempunyai hamba-hamba yang dapat mengatakan; KUN FAYAKUN untuk menciptakan sesuatu.” Padahal al-Qur’an telah membantah hal itu dengan firman-Nya, “Sesungguhnya putusan Allah jika menghendaki sesuatu cukup mengatakan KUN FAYAKUN.” (Q.S. Yasin: 82).

Bahkan di ayat yang lain Allah S.W.T. berfirman:

… ألا له الخلق والأمر… (الأعراف: ٥٤)

…Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah… (Q.S. al-A’raf: 54 )

  1. 2. Syirik Dalam Ibadah dan Do’a

Menyembah dan berdo’a kepada Allah dengan memohon kepada Allah, baik para Nabi atau orang-orang yang shaleh, seperti beristighasahdan berdo’a dengan mereka disaat susah dan senang.

إيّاك نعبد وإيّاك نستعين. (الفاتحة: ٥)

Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan. (Q.S. al-Fatihah: 5)

  1. 3. Syirik dalam Dzat dan Sifat Allah

Seperti keyakinan orang nashrani dengan aqidah trinitasnya dan keyakinan yahudi bahwa Uzair itu putera Allah dan seperti keyakinan bahwa Nabi juga para wali memiliki sifat seperti Allah. Umpamanya mengetahui urusan ghaib.

وعنده مفاتح الغيب لايعلمها إلاّ هو… (الأنعام: ٥٩)

Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib, tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri… (Q.S. al-An’am: 59)

 

  1. G. Bahaya-Bahaya Syirik

Syirik terdapat di dalam bahaya yang besar dan banyak, baik dalam kehidupan individu atau masyarakat yang intinya adalah sebagai berikut;

  1. 1. Syirik Akan Merendahkan Martabat Kemanusiaan

Sesungguhnya syirik itu akan merendahkan martabat kemanusiaan dan merusak citra kedudukan manusia yang terhormat, seperti halnya di India orang-orang menyembah sapi yang justru diciptakan Allah untuk membantu manusia dengan tenaganya dan dagingnya untuk dimakan. Demikian pula kita sering melihat orang-orang menghormati kuburan dan minta-minta di kuburan untuk mengatasi kebutuhan mereka, padahal dia yang dikubur adalah manusia biasa, tidak dapat menyelamatkan dirinya atau menolak bahaya yang akan menimpanya. Manakah kehinaan yang lebih rendah dari itu?

  1. 2. Syirik Adalah Sarang Takhayul dan Khurafat

Orang yang meyakini adanya kekuatan ghaib selain Allah, baik itu bintang, jin, roh, dan benda-benda tertentu – maka tentu saja akalnya akan senantiasa siap menerima segala khurafat dan meyakini setiap dajal dan dengan itu lakulah pasaran dukun, paranormal, tukang sihir, para astrolog (tukang nujum) dan lain sebagainya.

  1. 3. Syirik Adalah Dlalim yang sangat besar

Syirik adalah dlalim terhadap kebenaran, karena inti kebenaran itu adalah meyakini bahwa tiada tuhan selain Allah, tiada rabb selain Dia, tiada hukum yang paling benar kecuali hukum Allah. Tetapi orang musyrik telah menjadikan tuhan selain Allah dan mencari hukum dan undang-undang diluar hukum Allah. Syirik juga berarti dlalim terhadap diri sendiri karena yang musyrik telah menghambakan dirinyaa kepada makhluk lain yang sederajat atau bahkan lebih rendah dari dirinya, padahal Allah telah menciptakan manusia bebas dan merdeka.

Syirik juga berarti dlalim terhadap yang lain karena orang yang musyrik telah memberikan hak dan kedudukan kepada yang lain diluar keadaan yang sebenarnya.

  1. 4. Syirik Sumber Ketakutan dan Prasangka Buruk

Orang yang akalnya mempercayai khurafat dan meyakini kebathilan dan kebohongan, ia akan penuh rasa takut dari berbagai jalan karena dia akan bersandar kepada banyak tuhan (yang dipertuhan) yang kesemuanya tidak akan mampu mendatangkan manfaat dan menolak benana dari dirinya. Oleh karena itu akan tersebarlah di dunia syirik prasangka buruk kepada yang lain, rasa takut yang tidak beralasan.

سنلقي فى قلوب الذبن كفروا  الرعب بما أشركوا بالله مالم ينزّل به سلطانا و مأواهم النار وبئس مثوى الظالمين (آل عمران: ١٥١)

Akan kami masukkan ke dalam hati orang-orang kafir rasa takut, disebabkan mereka mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah sendiri tidak menurunkan keterangan tentang itu. Tempat kembali mereka ialah neraka; dan itulah seburuk-buruk tempat tinggal orang-orang yang dlalim. (Q.S. Ali Imran: 151).

  1. 5. Syirik Akan Merusak Perbuatan Yang Bermanfaat

Orang yang musyrik akan senantiasa mengajarkan kepada para pengikutnya untuk mengandalkan para perantara dan pemberi syafa’at. Akhirnya mereka meninggalkan amal shaleh dan berbuat dosa karena mereka berkeyakinan bahwa mereka (para wali) akan memberi syafa’at di sisi Allah.

Ini adalah keyakinan orang arab sebelum Islam. Allah menceritakan tentang mereka;

ويعبدون من دون الله ما لا يضرّهم ولاينفعهم ويقولون هؤلاء شفعاؤنا عند الله قل أتنبّئون الله بما لايعلم في السمـوات ولافي الأرض سبحانه وتعالى عمّا يشركون (يونس: ۱٨)

Dan mereka memyembah selain daripada Allah apa yang tidak dapat mendatangkan kemudharatan kepada mereka dan tidak (pula) kemanfa’atan, dan mereka berkata, “Mereka itu adalah pemberi syafa’at kepada kami di sisi Allah”. Katakanlah, “Apakah kamu mengabarkan kepada Allah apa yang tidak diketahui-Nya baik di langit dan tidak (pula) di bumi?”. Mahasuci Allah dan Mahatinggi dan apa yang mereka mempersekutukan (itu). (Q.S. Yunus: 18)

Orang-orang Nashrani berani berbuat kemungkaran karena mereka berkeyakinan ada penebusan dosa.

Demikian juga sebahagian orang Islam berani meninggalkan yang wajib dan melakukan yang haramkarena mereka mengandalkan syafa’at guru dan wali mereka untuk masuk surga.

  1. 6. Syirik Menyebabkan Kekal Di Neraka

…إنه من يشرك بالله فقد حرّم الله عليه الجنّة ومأواه النار وماللظّالمين من أنصار (المائدة: ٧٢)

…sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang dlalim itu seorang penolongpun. (Q.S. al-Maidah:72)

  1. 7. Syirik Akan Memecah Belah Ummat

…ولاتكونوا من المشركين * من الذين فرّقوا دينهم وكانوا شيعا كل حزب بما لديهم فرحون (الروم: ۳۱-۳٢)

…dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah. Yaitu orang yang memecah-belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka. (Q.S. ar-Ruum: 31-32)

والله أعلم

الله يأخذ بأيدينا إلى مافيه خير للإسلام والمسلمين


[1] Hasan, Ahmad. Kitab at-Tashriyf. Penerbit: Raihan Bangil hal: 78

[2] Zakaria, Aceng. MATERI DA’WAH Untuk Da’i dan Mubaligh. 2004. Bandung: Risalah Press. hal 1

[3] Ibid hal 1

[4] Ibid hal 66

[5] Ibid hal 66

[6] Ibid hal 73

[7] Ibid hal 73

[8] Ibid hal 73

[9] Ibid hal 73

[10] Ibid hal 73

[11] Ibid hal 74

[12] Ibid hal 74

[13] Ibid hal 79

[14] Termasuk orang-orang yang dlalim; maksudnya dari orang yang menyekutukan Allah.

[15] Materi Da’wah. Loc. cit hal 77

[16] al-‘Asqalaniy, al-Hafidl Ibnu Hajar. Bulughul Maram. Surabaya: Darul Ilmi hal 302

Tata Cara Shalat Kusuf/Khusuf

بسم الله الرحمن الرحيم

Dengan Rahman dan Rahimnya, Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad SAW pada hari senin tanggal 27 Januari 632 Masehi bertepatan dengan terjadinya Gerhana Matahari yang kemudian dikenal dengan Shalat Kusuf Ada pun tata cara shalat gerhana yang pernah dicontohkan oleh Nabi sebagai berikut:

عن عائشة أنها قالت: خسفت الشمس فى عهد رسول الله صلى الله عليه وسلم بالناس فقام فأطال القيام ثم ركع فأطال الركوع ثم قام فأطال القيام وهو دون القيام الأول ثم ركع فأطال الركوع وهو دون الركوع الأول ثم سجد فأطال السجود ثم فعل فى ركعة الثانية مثل ما فعل فى الأولى ثم انصرف و قد انجلت الشمس فخطب الناس فحمدالله و أثنى عليه ثم قال: إن الشمس و القمر آياتان من آيات الله لايخسفان لموت أحد ولالحياته فإذا رأيتم ذلك فادعوا الله وكبروا وصلوا وتصدقوا

Dari ‘Aisyah r.a. berkata: “Di zaman Rasulullah S.A.W. telah terjadi gerhana Matahari, kemudian Rasulullah shalat bersama orang-orang. Beliau berdiri dan memanjangkan (lama) berdirinya, lalu beliau ruku’ dan memanjangkan ruku’nya, setelah itu Beliau berdiri (lagi) dan memanjangkan berdirinya hanya tidak sepanjang berdiri yang pertama, kemudian Beliau ruku’ kurang (tidak selama) ruku’ yang pertama, kemudian Beliau sujud dan memanjangkan sujudnya. Kemudian Beliau melakukannya pada raka’at yang kedua sebagaimana melakukan pada raka’at yang pertama. Setelah itu Beliau berpaling sedangkan Matahari sudah terang, lalu beliau menasihati (khuthbah) orang-orang, Beliau membaca tasbih kepada Allah dan memuji-Nya lantas bersabda: ‘Sesungguhnya Matahari dan Bulan itu dua ayat (tanda) di antara tanda-tanda kekuasaan Allah. Keduanya tidak terjadi gerhana karena mati atau hidupnya seseorang. Apabila kamu melihat yang serupa itu (gerhana) berdo’alah kamu kepada Allah dan bertakbirlah dan bershadaqahlah kamu.” (H.R. Bukhariy 1:181, 2:24 )

  1. Bilangan Ruku’ dalam Shalat Gerhana

Berdasarkan beberapa riwayat, shalat gerhana yang dicontohkan oleh Nabi SAW sebanyak dua raka’at. Namun, dalam hal bilangan ruku’ ternyata riwayat-riwayat itu adanya perbedaan. Apabila peristiwa gerhana itu terjadi beberapa kali, maka hadits-hadits yang menunjukkan cara yang berbeda-beda – yang dikeluarkan melalui jalan yang shahih tentu boleh diamalkan, karena satu sama lain tidak bertentangan. Tetapi karena Nabi SAW melakukannya hanya satu kali, maka harus diambil dalil yang raajih. Bilangan ruku’ menurut beberapa riwayat:

عن النعمان بن بشير أنه صلى الله عليه وسلم صلاهاركعتين بركوع (ح.ر. أحمد و أبوداود و النسائي و إبن ماجه)

Dari an-Nu’man Ibnu Basyir sesungguhnya Nabi S.A.W. sebanyak dua rakaat setiap rakaat satu kali ruku’ (H.R. Ahmad, Abu Dawud, an-Nasaiy dan Ibnu Majah)

قالت عائسة: خسفت الشمس على عهدرسول الله صلى الله عليه وسلم فبعث مناديا الصلاةُ جامعةٌ, فقام فصلى أربع ركعات فى ركعتين و أربع سجدات

‘Aisyah r.a. berkata: “telah terjadi gerhana Matahari pada zaman Rasulullah S.A.W. lalu Beliau mengutus seorang penyeru (munaadiy) mengumandangkan: “ASH-SHALAATU JAAMI’AH” kemudian Beliau shalat empat kali ruku’ pada dua rakaa’at dan empat kali sujud.” (Shahih al-Bukhariy 1:362 no 1016, Shahih Muslim 2:620 no.901, Shahih Ibnu Hibban 7:93 no. 2850, Sunan an-Nasa’iy 3:127 no. 1465)

Keterangan lain menjelaskan:

…ثم فعل فى ركعة الأخرة مثل ذلك فاستكمل أربع ركعات فى أربع سجدات

“…kemudian Rasulullah S.A.W. melakukan hal yang sama (dengan raka’at yang pertama) pada raka’at yang kedua, maka sempurnakanlah empat kali ruku’ dalam empat kali sujud.” (Shahih al-Bukhariy 2:25)

…ثم يعاود القرأة فى صلاة الكسوف أربع ركعات فى ركعتين و أربع سجدات

“…kemudian Rasulullah mengulangi bacaan tadi dalam shalat kusuf empat kali ruku’ dan empat kali sujud dalam dua raka’at.” (Shahih al-Bukhariy 2:31)

قال جابر رضي الله عنه كسفت الشمس على عهد رسول الله صلى الله عليه وسلم فصلى ست ركعات بأربع سجدات

Jabir r.a. berkata: “Telah terjadi gerhana Matahari pada zaman Rasulullah S.A.W. lalu Beliau shalat enam kali ruku’ dan empat kali sujud.” (Shahih Muslim 2:623 no. 904, Sunan Abi Dawud 1:306 no.1178, Sunan al-Bahaqiy al-Kubra 3:325 no. 6113, Musnad Ahmad Ibnu Hanbal 3:317 no. 14457)

قال ابن عباس رضي الله عنهما كان النبي صلى الله عليه وسلم صلى فى كسوف قرأ ثم ركع ثم قرأ ثم ركع ثم قرأ ثم ركع والأخرى مثلها

Ibnu ‘Abbas r.a. berkata: “Nabi S.A.W. shalat gerhana. Beliau membaca lalu ruku’, kemudian membaca lalu ruku’, kemudian membaca lalu ruku’, dan raka’at kedua juga seperti itu.” (Shahih Muslim 2:627 no.909, Shahih Ibnu Khuzaimah 2:317 no. 1385, Sunan Abi Dawud 1: 308 no. 1183, Sunan an-Nasa’iy 3:129 no. 1468, Musnad Ahmad Ibnu Hanbal 1:346 no. 3236)

Dalam riwayat lain disebutkan:

صلى ثماني ركعات فى أربع سجدات

Beliau shalat delapan kali ruku’ dan empat kali sujud. (Shahih Muslim2:627 no. 908, Sunan ad-Daaramiy 1:430 no. 1526, Sunan al-Baihaqiy al-Kubra 3:327 no. 6115, Mushannaf Ibnu Abi Syaibah 2:217 no. 8300)

قال أبيّ بن كعب رضي الله عنه: كسفت الشمس على عهد رسول الله صلى الله عليه وسلم فصلى بهم فقرأ بسورة من الطول وركع خمس ركعات وسجدتين ثم قام إلى الثانية فقرأ بسورة من الطول وركع خمس ركعات و سجدتين

Ubay Bin Ka’ab r.a. berkata: “Telah terjadi gerhana Matahari di zaman Rasulullah S.A.W. lalu Beliau shalat mengimami mereka. Beliau membaca surat yang panjang. Beliau ruku’ sebanyak lima kali ruku’ dan dua sujud. Kemudian Beliau berdiri ke raka’at kedua lalu membaca surat yang panjang dan ruku’ sebanyak lima kali dan dua kali sujud.” (Sunan Abi Dawud 1:307 no. 1182, Musnad Ahmad bin Hanbal 5: 134 no. 21263)

Riwayat-riwayat di atas menunjukkan bahwa ada beberapa riwayat tentang shalat gerhana:

  • Setiap raka’at satu kali ruku’; jadi jumlahnya 2 kali ruku’ sebagaimana shalat biasa.
  • Setiap raka’at dua kali ruku’; jadi jumlahnya 4 kali ruku’
  • Setiap raka’at tiga kali ruku’; jadi jumlahnya 6 kali ruku’
  • Setiap raka’at empat kali ruku’; jadi jumlahnya 8 kali ruku’
  • Setiap raka’at lima kali ruku’; jadi jumlahnya 10 kali ruku’

Setelah mengkaji semua riwayat yang berkaitan dengan masalah gerhana, maka dapat diambil kesimpulan bahwa shalat gerhana pada zaman Nabi S.A.W. hanya satu kali. Dengan demikian, berarti hanya satu macam cara yang dicontohkan oleh Nabi S.A.W. dan yang paling kuat adalah hadits yang menyatakan bahwa jumlah 4 kali ruku’ (setiap raka’at 2 kali ruku’). Karena selain merupakan riwayat al-Bukhariy dan Muslim jumlah Shahabatnya pun lebih banyak.

  1. Jumlah al-Fatihah dalam Shalat Gerhana

قالت عائشة رضي الله عنها خسفت الشمس, فقام النبي صلى الله عليه وسلم فقرأ سورة طويلة ثم ركع فأطال ثم رفع رأسه ثم استفتح بسورة أخرى ثم ركع حتى قضاها وسجد ثم فعل ذلك فى الثانية

‘Aisyah r.a. berkata: “ Telah terjadi gerhana Matahari, lalu Nabi S.A.W. berdiri (shalat) kemudian membaca surat yang panjang, kemudia ruku’ (sangat) lama, kemudian bangkit dari ruku’ lalu mulai membaca surat yang lain, kemudian ruku’ sampai selesai, dan bersujud. Beliau juga melakukan yang demikian itu pada raka’at kedua.” (Shahih al-Bukhariy 1:406 no. 1154)

Hadits di atas tidak menerangkan apa yang dibaca oleh Nabi S.A.W. ketika berdiri yang pertama dan yang kedua setelah ruku’ pada raka’at pertama serta berdiri ketiga dan keempat setelah ruku’ pada raka’at kedua. Untuk mengetahui apa yang dibaca oleh beliau ketika berdiri, kita kembalikan pada contoh shalat-shalat beliau, yaitu sebagai berikut:

  • Setiap qiyam/berdiri, Rasulullah selalu membaca al-Fatihah, baik pada shalat fardhu maupun shalat sunnat.
  • Setelah membaca al-Fatihah, disunnatkan membaca surat, kecuali pada raka’at ketiga dan keempat dalam shalat fardhu.

Jadi, menurut contoh Rasul, setiap berdiri dalam shalat, ada bacaan al-Fatihah. Dengan demikian tidak menyebutkan al-Fatihah pada hadits tersebut tidak berarti tidak membaca al-Fatihah.

  1. Bacaan Shalat Gerhana dengan Dijaharkan (keras)

قالت عائشة رضي الله عنها جهر النبي صلى الله عليه وسلم فى صلاة الخسوف بقرائته فصلى أربع ركعات فى ركعتين و أربع سجدات

‘Aisyah r.a. berkata: “Nabi S.A.W. mengeraskan bacaannya dalam shalat gerhana. Beliau shalat dua raka’at dengan empat kali ruku’ dan empat kali sujud.” (Shahih Muslim 2:620 no. 901, Shahih al-Bukhariy 1:361 no. 1012)

Dalam lafadl yang lain, ‘Aisyah berkata

خسفت الشمس على عهد رسول الله صلى الله عليه وسلم فأتى المصلى فكبر فكبر الناس ثم قرأ فجهر بالقراءة و أطال القيام

“Telah terjadi gerhana pada zaman Rasulullah S.A.W. kemudian Beliau mendatangi tempat shalat, lalu bertakbir dan orang-orang pun bertakbir. Kemudian (dalam shalat) Beliu membaca dan beliau mengeraskan bacaan itu dan lama berdiri.” (Musnad Ahmad Ibnu Hanbal 6:76 no. 24517)

قال سمرة رضي الله عنه: صلى بنا رسول الله صلى الله عليه وسلم فى كسوف الشمس ركعتين لانسمع له فيهما صوتا

Samurah r.a. berkata: “Rasulullah S.A.W. shalat mengimami kami pada waktu gerhana sebanyak dua raka’at. Kami tidak mendengar suara Beliau pada shalat itu.” (Musnad Ahmad Ibnu Hanbal 5:23)

Hadits tersebut dha’if karena dalam sanadnya adaseorang rawi bernama Tsa’labah Ibnu ‘Ibad. Ibnu Hazm dan Ibnu al-Qaththan berkata “dia itu majhul” (Tahdzib al-Kamal 4:395-396).

Hadits yang semakna diriwayatkan pula oleh asy-Syafi’iy, Abu Ya’la, dan al-Baihaqiy, dari shahabat Ibnu ‘Abbas. Pada sanadnya ada seorang rawi bernama ‘Abdullah Ibnu Lahi’ah yang menurut Ibnu Ma’in, haditsnya tidak bisa dijadikan hujjah (alasan) (Tahdzib al-Kamal 15:449). Al-Bukhariy berkata: “rumah dan kitab-kitab Ibnu Lahi’ah terbakar pada tahun 170 Hijriyah (Mukhtalith)”. (Tahdzib al-Kamal 15:496).

  1. Tidak Ada Adzan dan Iqamat Pada Shalat Gerhana

قالت عائشة: خسفت الشمس على عهدرسول الله صلى الله عليه وسلم فبعث مناديا الصلاةُ جامعةٌ, فقام فصلى أربع ركعات فى ركعات و أربع سجدات

‘Aisyah r.a. berkata: “Telah terjadi gerhana Matahari pada zaman Rasulullah S.A.W. lalu Beliau mengutus seorang penyeru (munaadiy) mengumandangkan: “ASH-SHALAATU JAAMI’AH” kemudian Beliau shalat empat kali ruku’ pada dua rakaa’at dan empat kali sujud.” (Shahih al-Bukhariy 1:362 no 1016, Shahih Muslim 2:620 no.901)

  1. Shalat Gerhana Berjama’ah

قال النبي صلى الله عليه وسلم: إن الشمس و القمر ءايتان من ءايات الله لاينكسفان لموت أحد ولالحياته, فإذا رأيتموهما كذلك فافزعوا إلى المسجد

Nabi S.A.W. bersabda: “Sesungguhnya Matahari dan Bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kekuasaan Allah. Keduanya tidak akan terjadi gerhana karena mati dan hidupnya seseorang. Apabila kamu melihat kejadian itu, segeralah ke masjid.” (Musnad Ahmad Ibnu Hanbal 5:428 no.23679 dan Mahmud Ibnu Labid)

قالت عائشة رضي الله عنها: خسفت الشمسف فى حياة رسول الله صلى الله عليه وسلم فخرج رسول الله صلى الله عليه وسلم إلى المسجد فقام فكبر وصف الناس وراءه

‘Aisyah r.a. berkata: “Telah terjadi gerhana Matahari pada masa hidup Rasulullah S.A.W. lalu Beliau pergi ke masjid, kemudian berdiri dan takbir. Dan orang-orang bershaf di belakang beliau.” (Shahih Muslim 2:619 no. 901, Shahih Ibnu Khuzaimah 2:319 no. 1387, Sunan al-Bahaqiy al-Kubra 3:321 no. 6097, Sunan Abi Dawud 1:307 no.1180, Sunan an-Nasa’iy 3:130 no. 1472, Sunan Ibnu Majah 1:401 no. 1263, Musnad Ahmad Ibnu Hanbal 6:87 no. 24625, Musnad Abi Awanah 2:347, al-Muntaqa li Ibni al-Jarud 1:73 no. 249)

Dari keterangan di atas dapat disimpulkan shalat gerhana itu:

  1. Berdiri/qiyam yang panjang pada raka’at pertama dengan bacaan dan tata caranya sama dengan shalat biasa, yaitu do’a iftitah, ta’awudz, al-Fatihah, kemudian baca surat,
  2. Kemudian ruku’ pertama pada raka’at pertama dengan tata cara dan bacaannya sama dengan shalat biasa,
  3. Kemudian bangkit dari ruku’ (qiyam kedua) cara dan bacaannya sama dengan bangkitnya shalat biasa, dilanjutkan membaca al-Fatihah dan surat (qiyam kedua pada raka’at pertama),
  4. Kemudian ruku’ kedua pada raka’at pertama, yang bacaannya sama dengan shalat biasa,
  5. Bangkit dari ruku’ kedua, bacaannya sama dengan bangkit shalat biasa, dilanjutkan sujud yang tata cara dan bacaannya sama dengan shalat biasa,
  6. Qiyam ketiga, raka’at kedua sama cara dan bacaannya dengan qiyam kedua pada shalat biasa, yaitu baca al-Fatihah dan surat,
  7. Kemudian ruku’ ketiga pada raka’at kedua lalu bangkit dari ruku’ baca lagi al-Fatihah dan surat (qiyam keempat),
  8. Kemudian ruku’ keempat raka’at kedua, lalu bangkit. Bacaan dan tata caranya sama dengan shalat biasa.
  9. Kemudian sujud ketiga raka’at kedua, dilanjutkan duduk di antara dua sujud, lalu sujud keempat pada raka’at kedua yang cara dan bacaannya sama dengan shalat biasa,

10. Duduk untuk at-Tahiyyat, cara dan bacaannya sama dengan shalat biasa,

11. Dilanjutkan khuthbah oleh Imam,

12. Bershadaqah,

13. Pada saat qiyam kedudukan tangan tetap bersidekap seperti shalat biasa.

والله أعلم

الله يأخذبأيدينا إلى مافيه خيرللإسلام والمسلمين

بسم الله الرحمن الرحيم

Sideralis adalah sebuah program aplikasi yang menampilkan peta bintang pada handphone yang diberikan secara cuma-cuma alias gratis. Dengan kata lain grafik langit untuk ponsel. Aplikasi ini layaknya Stellarium atau Kstar yang dioperasikan dengan komputer di rumah.

Aplikasi ini dapat bekerja pada semua jenis ponsel yang mendukung MIDP2.0 dan CLDC1.1. Secara praktis, itu tergantung pada merek. Ia bekerja dengan baik pada ponsel Nokia, cukup bagus di SonyEricsson, pada Samsung dan Motorola, tergantung pada handphone dan tampaknya tidak bekerja pada Blackberry. Netters harus mencoba untuk mencari tahu jika bekerja.

Silahkan klik di bawah ini untuk mendownload aplikasi ini.

Sideralis v2.0.0 b630

Features:

  • A lot of different objects:
    • More than 1600 stars.
    • More than 100 Messier objects
    • Constellations drawing
    • 7 planets: Mars, Venus, Mercury, Jupiter, Saturn, Uranus and Neptun.
    • Sun and Moon.
  • 2 different views :
    • 3D Horizontal view.
    • Zenith view.
  • Information on all objects:
    • Name.
    • Magnitude
    • Distance
    • Azimuth
    • Right Ascension
    • Declinaison
    • Height
  • Current time or any time can be chosen.
  • Selection of location by:
    • Entering latitude and longitude
    • Selecting a city among more than 80 cities
    • Selection on a globe
    • GPS (for mobile supporting it)
  • Small dictionary available giving some interesting information about universe and constellations
  • Miscelleanous:
    • Search function
    • Night view
    • History of constellations
    • Available in English, French, Spanish, Italian, Portuguese, German and Polish languages

Jika Netters ingin mendownload aplikasi ini dengan versi lebih baru silahkan klik di sini. Akan tetapi kalau Netters  memiliki pertanyaan atau komentar tentang panduan ini, silakan kirim ke e-mail demi pengembangan ke arah yang lebih baik.

Tapi, kalau Netters bener-bener mentok alias gak bisa seperti pada Nokia 6600 berbasis Sistem Operasi coba pake aplikasi Solun-’u atau pake Planet Finder.

Selamat mencoba….

Poros Roda Kehidupan

بسم الله الرحمن الرحيم

Dua tahun sudah Aku berpisah dengan ke dua orang tuaku dan satu orang adikku. Ya… selama ini Aku tinggal di Solo bersama ke tiga orang adikku, kami hidup bersama kakek nenek kami. Bukan, bukan karena kami diusir atau tidak diakui oleh orang tua kami. Tapi, karena keadaanlah yang memaksa kami untuk hidup terpisah sementara.

Ini semua karena peristiwa dua tahun yang lalu. Ketika itu, kami sekeluarga terdesak keadaan ekonomi. Bapak yang ketika itu menjadi seorang pedagang ayam potong di pasar, mempunyai hutang yang sangat besar – ke bank, koperasi maupun ke teman-temannya. Ibu juga yang hanya seorang pedagang warung biasa, permodalan dan keuntungannya semakin tidak jelas. Ditambah biaya sekolahku dan ke empat adikku yang semakin membengkak. Maklum, kami tinggal di kota besar, ya di Jakarta. Yang kita tau sendiri pengeluaran di kota pastilah tidak sedikit. Sehingga, dengan keadaan seperti ini, Bapak memutuskan agar kami anak-anaknya di tempatkan di Solo, tepatnya di rumah nenek kami. Karena di Solo, banyak pula saudara kami.

Aku, dan ke tiga adikku yaitu Nurul, Zahra, dan Ali di pindahkan ke Solo. Kecuali adikku yang pertama yaitu Husna, dia tidak ikut. Dia tetap di Jakarta karena dia ditunjuk agar menemani Ibu dan Bapak untuk tetap membantu mereka di Jakarta. Jujur, keputusan itu sangat berat bagi kami semua. Karena, kami lima saudara dan Ibu Bapak sebelumnya tidak pernah hidup berjauhan seperti ini. Tapi apa boleh buat? Keputusan ini diambil karena dianggap sebagai keputusan terbaik. Katanya agar biaya pengeluaran sekolah dan yang lainnya tidak terlalu besar, karena kehidupan di desa dan kota sangatlah berbeda. Tapi keputusan ini bukan semata-mata Bapak yang menjadi kepala keluarga telah lepas tanggung jawab, tidak – Bapak tetap menghidupi kami yang berada di desa.

Akhirnya kami berempat pun pergi ke Solo. Bapak mengantar kami sampai rumah Nenek, sedangkan Ibu dan Husna mengantar kami hanya sampai terminal. Aku masih ingat dengan tangisan dan pelukan hangat dari Ibu. Tidak lupa juga wajah Husna yang sangat merah karena menahan air matanya. Ya… Aku tau, karena Husna, adikku yang ketika kecil sangat cengeng tapi ketika tumbuh besar, justru sebaliknya – Dia paling gengsi untuk menangis. Apalagi Aku dan dia memang terlalu dekat. Tapi, perpisahan kami itu telah membuat Aku bisa berpelukan dengannya. Mengingat slama ini, kami lebih sering bertengkar. Maklum adik kakak.

Sofi, kamu harus kuat ya! Jaga adik-adikmu, Bapak pasti akan selalu mengunjungi kalian dan mendo’akan kalian” kata Bapak sambil memegang pundakku. Aku tidak bisa berkata apa-apa, Aku hanya terus menangis. Bahkan ketika kami sedang di Bus. Sedangkan Nurul yang masih kelas satu SMP hanya melamun dan sesekali meneteskan air mata. Zahra yang waktu itu kelas lima SD dan Ali yang kelas dua SD mereka tak mengerti arti perpisahan sementara ini, karena ku yakin kami suatu saat nanti akan berkumpul kembali. Zahra dan Ali sepanjang perjalanan hanya tertawa dan bercanda ria. Mereka pikir, kami semua akan berlibur, seperti liburan mudik yang sudah-sudah.

Memang kehidupan kami berempat di Solo, berubah total. Kami hidup lebih sederhana. Apalagi ketika kami harus menerima kenyataan ketika akan makan. Biasanya setiap hari, ketika di Jakarta – menu makanan kami lengkap, dari mulai sayur-mayur, lauk-pauk dan buah-buahan. Tapi ketika di Solo?? Kami makan seadanya, yang penting ada sayur. Itu pun sangat terbatas. Terkadang kami hanya makan dengan ditemani kerupuk yang harganya Rp. 1000,- untuk eanm orang – yang satu bungkusnya itu hanya berisi 10 buah kerupuk saja. Sungguh, sangat menyedihkan. Awalnya, kami berempat tidak mau makan, sangat tidak berselera, tapi mau tidak mau kami paksakan untuk makan dengan menu seadanya. Untungnya adikku yang kecil yaitu Zahra dan Ali, mereka tidak pernah rewel dalam makanan. Justru yang kulihat, mereka sangat senag tinggal di desa. Mereka main di sawah, kebun, membantu memberi makan kambing, sapi dan lain-lain. Walaupun pada awalnya pun, mereka sempat menangis karena sadar bahwa Ibu dan Bapak tidaklah tinggal bersama di Solo. Tapi, tangisan mereka cepat berlalu. Alangkah shalehnya adik-adikku. Aku bangga pada mereka!!

Setiap hari, Ibu tak pernah lupa untuk menelpon kami  atau kalau tidak ada pulsa banyak, Ibu cukup SMS kepada kami. Subhanallah…. mendengar suara Ibu semakin lama semakin membuat kami rindu ingin berkumpul lagi. Tapi sayang, Aku jarang bisa berkomunikasi dengan Husna – karena yang kudengar, Husna semakin aktif saja di sekolahnya, dia pulang sore lalu langsung membantu semua pekerjaan Ibu di rumah – sehingga dia capek dan suka langsung istirahat. Ya… Aku tau betul dia, memang dia itu sangat aktif di sekolahnya, apalagi dia terpilih menjadi ketua OSIS. Tapi, Alhamdulillah meskipun dia sangat sibuk di sekolahnya, dia tak pernah lupa dengan kewajibannya kepada Ibu dan Bapak.

Ya… mungkin kehidupan Husna di sana, tidaklah serumit kami berempat. Aku yang akan pergi ke sekolah harus menunggu angkot yang lama ngetemnya satu jam. Belum lagi jalan ke sekolahnya sejauh satu kilometer, di mana Aku melewati pohon-pohon kayu, yang awalya sangat menyeramkan. Tapi, yang kuyakini adalah, ini semua jalan yang telah Allah tentukan kepadaku. Dan Allah pun adil. Karena kutau, di sana Husna tidak bisa sepertiku. Mungkin ketika Aku pulang sekolah, Aku bisa tidur siang dan ketika di rumah pun Aku bekerja pekerjaan yang relatif mudah. Sedangkan Husna di Jakarta?? Setelah dia sibuk di sekolahnya, dia pun sesampainya di rumah harus cepat membantu Ibu di warung, yang kini sudah menjadi warung yang besar. Allah memang tidak pernah dlalim.

Emh… dan sekarang dua tahun sudah berlalu. Aku sudah lulus SMA. Tepatnya besok, kami akan kembali lagi ke Jakarta. Karena Alhamdulillah keadaan ekonomi Bapak dan Ibu sudah normal bahkan bisa dikatakan sukses. Ya… ini semua karena hasil kerja keras kami semua. Sungguh, tidak sabar menunggu hari esok. Ingin segera pulang ke Jakarta – berkumpul kembali.  Rindu melihat wajah Ibu yang pasti tetap bersinar, Aku ingin segera memeluknya dengan erat dan mencium ke dua tangannya. Juga Husna, pasti wajahnya makin cantik saja, apalagi sekarang dia sudah berumur 17 tahun. Dia memang cantik, banyak yang bilang matanya seperti orang India. Emh… sangat rindu. Apalagi rindu dengan shalat berjama’ah kami semua – yang diimami oleh Bapak…!!

al-Husna

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.