بسم الله الرحمن الرحيم
Tauhid merupakan agama yang pertama kali dianut oleh makhluk Allah sebelum diciptakan-Nya Nabi Adam A.S. dari tanah. Namun seiring berjalannya waktu dan bertambahnya manusia di muka Bumi ini – manusia membuat tandingan selain Allah bahkan mulai membuat patung untuk mengenang orang-orang shaleh terdahulu yang kemudian disembah.
- A. Definisi Tauhid dan Syirik
Tauhid berasal dari bahasa arab yaitu dari kata وحّد – يوحّد – توحيدا[1] yang artinya menyatukan/meng-Esa-kan. Kadang juga disebut dengan Iman berasal dari bahasa arab yaitu dari أمن – يؤمن – إيمانا – مؤمن yang artinya percaya.
التوحيد فى اللغة: الحكم بأن الشيئ واحد والعلم بأنه واحد
Tauhid menurut bahasa adalah; Menetapkan bahwa sesuatu itu satu dan mengetahui bahwa Dia itu satu[2].
واصطلاحا: إفراد المعبود بالعبادة مع الإعتقاد بوحدته ذاتا و صفاتا و أفعالا
Sedangkan menurut istilah; Meng-Esa-kan yang disembah dalam ibadah dengan meyakini ke-Esa-an-Nya, baik dzat, sifat, dan pekerjaannya[3].
Dengan mengucapkan dua kalimat syahadat seseorang berarti telah mempersaksikan diri sebagai hamba Allah semata.
الشرك هو دعوة غير الله معه وأن تجعل لله ندا فى العبادة و هو خلقك
Syirik adalah berdo’a/memohon kepada Allah dan memohon kepada selain Allah, juga membuat tandingan/saingan dalam beribadah kepada Allah padahal Allah sendiri yang menciptakannya[4].
و قيل: هو أن تجعل لله ندا يدعوه و يرجوه و يخافه كما يخاف الله
Menurut yang lainnya; Syirik ialah menjadikan sesuatu tandingan kepada Allah yang ia bermohon, berharap dan takut kepadanya, seperti takutkepada Allah[5].
إن الله لايغفر أن يشرك به و يغفر ما دون ذلك لمن يشاء و من يشرك بالله فقد افترى إثما عظيما. )النساء: ٤٨(
Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.
و إذ قال لقمان لابنه و هو يعظه يابني لاتشرك بالله إن الشرك لظلم عظيم. )لقمان: ۱۳(
Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya:’Hai anakku, janganlah engkau mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kedlaliman yang besar’.
- B. Macam-Macam Syirik
Menurut Abu al-Baqa, syirik itu ada beberapa macam, di antaranya:
- 1. Syirik al-Istiqlal
وهو إثبات الهين مستقلّين، كشرك المجوس
Yaitu menetapkan adanya dua tuhan atau lebih dengan berdiri sendiri, seperti syiriknya kaum Majusi (penyembah api)[6].
- 2. Syirik at-Tab’idh
وهو تركيب الإله من آلهة، كشرك النصارى
Yaitu menetapkan tuhan terdiri dari beberapa tuhan, seperti syiriknya kaum Nashrani (tuhan Bapak, tuhan Anak, dan Ruh Qudus)[7].
- 3. Syirik at-Taqrib
وهو عبادة غير الله ليقرّب إلى الله زلفى، كشرك متقدّمى الجاهلية
Yaitu menyembah selain Allah untuk mendekatkan diri kepada Allah, seperti syiriknya orang-orang jahiliyyah dulu[8].
- 4. Syirik at-Taqlid
وهو عبادة غير الله تبعا لغير، كشرك متأخّرى الجاهليّة
Yaitu menyembah selain Allah karena ikut-ikutan kepada yang lain, seperti syiriknya orang-orang jahiliyah yang mutaakhirin (kemudian)[9].
- 5. Syirik al-Asbab
وهو إسناد التأثير للأسباب العادية، كشرك الفلاسفة و الطبائعين ومن تبعهم على ذلك
Yaitu menyandarkan kejadian sesuatu kepada sebab yang biasa, seperti syiriknya para ahli filsafat dan para ahli fisika. (yang mengaitkan sesuatu dengan kejadian alam tanpa memperhitungkan alam)[10]
- 6. Syirik al-Aghradh
وهو عمل لغير الله (القاسمى ٥: ١٢٨٨)
Yaitu beramal tidak karena Allah, seperti orang beribadah karena riya. (al-Qasimi 5: 1288)[11].
Sedangkan menurut Ulama yang lain membagi syirik kepada dua macam; yaitu syirik Akbar (besar) dan syirik Ashghar (kecil). Syirik Akbar ialah menjadikan tandingan kepada Allah, ia bermohon kepadanya seperti bermohon kepada Allah. Atau membuat satu aturan atau bagian untuknya sebagaimana aturan kepada Allah, seperti halnya memohon pertolongan, mengadakan sembelihan, sesajen atau nadzar karenanya yang bukan karena Allah[12].
وفى الصحيحين، عن ابن مسعود؛ سألت النبي صلى الله عليه وسلم: أي الذنب الأعظم؟ قال: أن تجعل لله ندّا وهو خلقك… (متفق عليه)
Dalam dua hadits shahih (Bukhariy-Muslim), dari Ibnu Mas’ud; aku bertanya kepada Nabi S.A.W. Dosa apakah yang terbesar? Nabi menjawab: Engkau menjadikan tandingan kepada Allah padahal Allah sendiri yang menciptakanmu… (H.R. Bukhariy Muslim)
Sedangkan Syirik Ashghar ialah setiap “perantara” yang dapat membawa syirik Akbar, tetapi tidak sampai kepada taraf ibadah atau menyembah dan tidak membuat pelakunya keluar dari Islam, tetapi termasuk dosa besar saja[13].
- C. Macam-Macam Syirik Akbar
- 1. Syirik Do’a
Yaitu berdo’a kepada selain Allah, seperti kepada para Nabi, para wali untuk meminta rizki atau minta disembuhkan dari penyakit.
ولا تدعوا من دون الله مالا ينفعك ولا يضرّك فإن فعلت فإنك إذا من الظالمين (يونس: ۱۰٦)
Dan janganlah kamu menyembah apa-apa yang tidak memberi manfaat dan tidak (pula) memberi mudharat kepadamu selain Allah; sebab jika kamu berbuat (yang demikian) itu, maka sesungguhnya kamu kalau begitu termasuk orang-orang yang dlalim[14]. (Q.S. Yunus: 106)
- 2. Syirik dalam Sifat Allah
Seperti berkeyakinan bahwa para Nabi atau para wali mengetahui hal yang ghaib (selain Allah).
وعنده مفاتح الغيب لا يعلمها إلا هو…. (الأنعام: ٥٩)
Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri…. (Q.S. al-An’am: 59)
- 3. Syirik al-Mahabbah
Yaitu mencintai atau mengagungkan para wali, seperti mencintai Allah.
ومن الناس من يتخذ من دون الله أندادا يحبّونهم كحبّ الله والذين أمنوا أشدّ حبّا لله… (البقرة: ١٦٥)
Dan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman sangat cinta kepada Allah…. (Q.S. al-Baqarah: 165)
- 4. Syirik ath-Tha’at
Yaitu menta’ati ulama atau syeikh dalam maksiat dengan keyakinan bahwa hal itu boleh (sekalipun bertentangan dengan agama).
إتخذوا أحبارهم و رهبانهم أربابا من دون الله… (التوبة: ۳۱)
Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah… (Q.S. at-Taubah: 31)
Sedang ibadah itu ditafsirkan dengan mentaati mereka dalam menghalalkan yang haram atau mengharamkan yang dihalalkan oleh Allah.
- 5. Syirik al-Hulul
Yaitu berkeyakinan bahwa Allah bersatu dengan makhluknya (nitis atau seperti faham sinkritisme). Ini adalah aqidah Ibnu Arabi seorang sufi yang dikuburkan di Damasqus. Ia menyatakan tuhan itu hamba dan hamba itu tuhan. Aku heran sekali; siapakah mukallafnya?[15]
- 6. Syirik at-Tasharruf
Yaitu berkeyakinan bahwa sebagian para wali dapat mengatur dan mengutus alam semesta. Mereka disebut Wali Quthub, padahal Allah bertanya kepada orang musyrik terdahulu dengan firman-Nya; Siapakah yang mengatur segala urusan? Mereka menjawab: Allah.
- 7. Syirik al-Khauf
Yaitu berkeyakinan bahwa para wali yang sudah mati atau yang ghaib dapat menentukan sesuatu atau dapat membuat celaka, yang membuat mereka takut dengan para wali. Dan ini adalah keyakinan orang musyrik yang diperingatkan dalam al-Qur’an.
أليس الله بكاف عبده ويخوّفونك بالذين من دونه… (الزمر: ۳٦)
Tidaklah Allah mencukupkan hamba-Nya? Dan mereka menakut-nakuti kamu dengan (kekuatan) berhala selain Allah. (Q.S. az-Zumar: 36)
- 8. Syirik al-Hakimiyyah
Yaitu orang yang membuat aturan atau undang-undang yang bertentangan dengan syari’at Islam dan menganggap bahwa Islam itu sudah tidak layak lagi.
…ومن لم يحكم بما أنزل الله فأولئك هم الكافرون (الما ئدة: ٤٤)
…barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir”. (Q.S. al-Maidah: 44).
- D. Macam-Macam Syirik Ashghar
- 1. Riya dan Berbuat Sesuatu Karena Manusia
Riya dan berbuat sesuatu bukan karena Allah, seperti seorang muslim yang beramal atau shalat atas dasar perintah Allah, tetapi ia memperbagus shalatnya dan ibadahnya agar mendapatkan pujian orang.
…فمن كان يرجوا لقآء ربّه فليعمل عملا صالحا ولايشرك بعبادة ربّه أحدا (الكهف: ۱۱۰)
…barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Rabnya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang shaleh dan janganlah ia mempersekutukan seorang pun dalam beribadah kepada Rabnya. (Q.S. al-Kahfi: 110).
Bahkan di dalam hadits pun dijelaskan Rasulullah memperingatkan umatnya untuk berhati-hati terhadap syirik kecil yaitu Riya.
و عن محمود بن لبيد رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه و سلم (إنّ أخوف ما أخاف عليكم الشرك الأصغر: الرياء) أخرجه أحمد بإسناد حسن. ﴿بلوغ المرام (باب الترهيب من مساوئ الأخلاق): ١٥١٢﴾
Dari mahmud bin Labid r.a. Ia berkata: Rasulullah S.A.W. bersabda, “Sesungguhnya sesuatu yang paling aku takuti atas umatku, ialah syirik yang kecil (yaitu) riya”. H.R. Ahmad dengan isnad yang hasan.[16]
Dalam Shahih Muslim ada ungkapan (matan) yang sama dengan hadits yang di atas dari Mahmud bin Labid.
- 2. Sumpah Dengan Selain Allah
Ada sabda Rasul yang mengungkapkan
من حلف بغير الله فقد أشرك (رواه أحمد)
“Barangsiapa yang bersumpah bukan dengan nama Allah, maka sungguh dia musyrik”. (H.R. Ahmad).
Tetapi kadang sumpah bukan dengan nama Allah itu termasuk syirik akbar apabila orang yang sumpah itu berkeyakinan bahwa wali itu dapat membuat dia celaka jika ia melanggar sumpahnya.
- 3. Syirik Khafi (Tersembunyi)
Ibnu ‘Abbas menjelaskannya seperti contoh ucapan seseorang kepada temannya; Apa-apa yang dikehendaki Allah dan kamu (pasti terjadi) atau seperti ungkapan; Kalaulah tidak karunia Allah dan bantuan si fulan,…. atau seperti ungkapan; Kalau tidak ada anjing pasti pencuri masuk.
و قال النبيّ صلى الله عليه و سلم: لاتقول ماشاء الله و شاء فلان، ولكن قولوا: ماشاء الله ثمّ شاء فلان. (رواه أحمد)
Nabi S.A.W. bersabda: “Janganlah kamu katakan ini kehendak Allah dan kehendakmu, tapi ucapkanlah; ini kehendak Allah, lalu kamu juga berkehendak”.
و قال النبيّ صلى الله عليه و سلم: الشرك فى هذه الأمّة اخفى من دبيب النملة السوداء على صفارة سوداء فى ظلمة الليل.
Nabi S.A.W. juga bersabda: “Syirik di umat kami lebih tersembunyi daripada merayapnya semut hitam di atas batu hitam di tengah-tengah kegelapan malam.
Adapun kifaratnya dengan berdo’a kepada Allah. Nabi pun mengajarkannya dengan berdo’a seperti
اللهمّ إني أعوذبك أن أشرك بك شيئا وأنا أعلم وأستغفرك من الذنب الذى لا أعلم.
“Ya Allah! Aku berlindung kepeda-Mu dari menyekutukan-Mu padahal aku tahu dan aku memohon ampun kepada-Mu dari dosa yang aku sendiri tidak sadar”.
- E. BeberapaFenomena Syirik Di Masyarakat Indonesia
- 1. Ngalap (Mencari) Berkah di Kuburan Wali, Kiyai, dan selainnya.
Sudah menjadi hal yang umum dan membudaya di masyarakat, dan bahkan dianggap ibadah yang sangat afdhal bahwa pada hari-hari/bulan-bulan tertentu, misalnya Maulud (Rabiul awal), menjelang Ramadhan, menjelang lebaran (Syawwal) dan lain sebagainya, banyak orang yang mendatangi kuburan kuburan kyai, orang-orang yang dianggap wali, atau kuburan orang shalih. Mereka datang dari tempat yang cukup jauh dengan mencurahkan tenaga, waktu, pikiran, dan harta. Padahal Rasulullah telah bersabda,
“Janganlah kalian mengadakan perjalanan jauh (untuk beribadah, berziarah, mencari berkah) kecuali hanya ke tiga masjid: Masjidil Haram, Masjidku ini (Masjid Nabawy), dan Masjid al-Aqsha.”(Muttafaqun ‘Alaih)
Dengan melakukan ritual ziarah ke kuburan-kuburan wali/kiyai dari tempat yang jauh, maka itu sudah merupakan suatu pelanggaran terhadap konsekwensi hadits diatas.
Kalau ternyata tujuan dari ziarah kubur itu menyimpang dari tuntunan syari’at Islam yang suci ini, seperti: Mencari berkah, meminta-minta kepada penghuni kuburan itu, atau mencari syafa’at, maka perbuatan itu jelas merupakan syirik akbar. Apabila pelakunya tidak bertaubat hingga datang kematiannya, maka Allah Subhannahu wa Ta’ala tidak mengampuninya dan dia kekal dalam neraka, semoga kita terhindar dari hal itu.
Allah berfirman:
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya.”(QS. 4:48)
- 2. Mencari Kesaktian Lewat Amalan, Dzikir Atau Ritual Lainnya
Fenomena ritual seperti ini sudah berurat dan berakar, bahkan menjadi trend dalam masyarakat kita. Dan yang terbelit dan terperangkap dalam lingkaran syetan ini mulai dari orang awam sampai para pejabat, rakyat jelata sampai orang berpangkat. Bahkan kalangan “terpelajar” yang mengaku “intelektual”pun menggandrungi klenik-klenik seperti ini. Mereka menyebutnya dengan “membekali diri dengan ngelmu (ilmu), kekebalan, kesaktian”.
Untuk mengelabuhi orang-orang awam terkadang seseorang pinter itu menyandangkan titel mentereng seperti: KH (Kyai Haji), Prof, DR, padahal semua itu mereka lakukan untuk melanggengkan bisnis mereka sebagai agen-agen dan kaki tangan syetan dan jin.
Untuk meraih kesaktian ini, ada yang dengan cara-cara klasik kebatinan, dengan istilah black magic (ilmu hitam) maupun white magic (ilmu putih), dan ada pula dengan cara-cara ritual “dzikir dan amalan-amalan wirid tertentu”, dan cara yang terakhir ini lebih banyak mengelabui kaum muslimin, karena seakan-akan caranya Islami dan tidak mengandung kesyirikan.
Dan perlu diketahui bahwa”dzikir dan amalan-amalan wirid tertentu” yang tidak ada syari’atnya dalam Islam, merupakan rumus dan kode etik untuk berhubungnan dengan alam supranatural (alam jin), hal seperti ini merupakan perangkap syetan yang menjerumuskan orang pada perbuatan syirik. Untuk mengetahui bahwa perbuatan itu termasuk perbuatan syirik adalah sebagai berikut:
1.1. Bahwa “dzikir dan amalan-amalan wirid tertentu” tersebut bukanlah syari’at Islam, karena tidak memakai standar Al-Qur’an maupun Sunnah Rasulullah n, dan ini termasuk dalam kategori bid’ah, yang mana syetan lebih menyukai bid’ah daripada perbuatan maksiat sekalipun.
1.2. Apabila tujuan seseorang melakukan “dzikir dan amalan-amalan wirid tertentu” tersebut untuk memperoleh kesaktian, kekebalan, dan hal-hal yang luar biasa, maka sudah pasti itu bukan karena Allah Subhannahu wa Ta’ala, seperti membaca Al-fatihah 1000 X, Al-ikhlas 1000 X dan lain sebagainya dengan tujuan agar kebal terhadap senjata tajam, peluru dan tahan bacok. Atau membaca salah satu shalawat bikinan (baca;bid’ah) dengan iming-iming kesaktian tertentu seperti bisa menghilang dari pandangan orang, bisa makan besi, kaca, beling dan lain sebagainya. Itu semua bukanlah karomah tetapi merupakan hakikat syirik itu sendiri, karena telah memalingkan tujuan suatu ibadah kepada selain Allah Subhannahu wa Ta’ala.
- 2. Meminta Bantuan Arwah Rasul, Wali, atau Tokoh Tertentu Agar Terhindar Dari Marabahaya
Ritual-ritual seperti ini dapat kita saksikan pada acara-acara malam 1 Syuro(Muharram). Diantara mereka ada yang mengadakan acara ritual di pantai laut selatan, mereka ramai-ramai melepaskan bermacam-macam sesajen seperti hewan yang masih hidup, aneka makanan, bunga-bungaan dan kemenyan sambil memanggil-manggil arwah Nabi Muhammad, Syekh Abdul Qodir Jailani dan memanggil Nyi Roro Kidul. Tujuan mereka melakukan ini agar Nyi Roro Kidul yang “katanya” menjadi penguasa di pantai laut selatan itu tidak minta korban pada tahun ini.
- 3. Membuat Sesajen.
Kegiatan ritual syirik ini bisa kita temui ketika ada pembangunan jembatan, gedung atau rumah. Pada acara peletakan batu pertama, biasanya diadakan pemotongan hewan kemudian darahnya disiramkan atau dioleskan, dan kepala hewan itu ditanam di situ. Tujuannya agar bangunan itu kokoh, kuat, lancar dalam pembangunannya serta tidak meminta korban, terhindar dari bahaya, serta agar makhluk halus yang ada di situ tidak mengganggu. Ada juga yang meletakkan sesajen di atas tiang utama bangunan, agar terhindar dari gangguan makhluk halus yang berada di daerah itu.
Demikian pula, ketika orang merasa takut melewati pohon besar, kuburan, hutan atau lembah yang dianggap angker. Lalu dia mengirimkan berbagai macam bentuk sesajen. Kalau lewat di daerah itu harus minta izin terlebih dahulu, seperti mengucapkan “Mbah permisi saya mau lewat” sambil menundukkan badan pertanda tunduk, atau dengan membunyikan klakson kendaraan sambil menjalankannya dengan pelan-pelan, dan lain sebagainya
- 4. Memakai Jimat
Ketika batu akik diyakini memiliki daya magic karena telah “diisi” oleh dukun atau orang pintar, maka menjadikan akik itu sebagai jimat pembawa keberuntungan berarti telah menjadikannya sebagai tuhan selain Allah.
Ketika bambu kuning atau potongan tulisan arab yang maknanya tidak jelas diletakkan di atas pintu rumah, agar”si kolor ijo”tidak bisa masuk rumah, maka berarti telah mempertuhankan jimat itu, dan ini adalah bantuk kesyirikan yang sangat nyata terhadap Allah SWT.
Demikian pula apabila al-Qur’an Stambul (Al-Qur’an berukuran sangat kecil yang tulisannya tidak bisa dibaca kecuali dengan mikroskop) dijadikan jimat untuk menolak marabahaya, maka pelakunyapun sudah terjerumus pada lingkaran syetan yaitu syirik.
Rasulullah SAW bersabda, artinya:
“Barangsiapa yang menggantungkan sesuatu (sebagai jimat), niscaya Allah menjadikan dia selalu bergantung kepada jimat itu”. (HR.Imam Ahmad dan at-Tirmidzi)
- 5. Ramal-Ramalan
Yaitu segala bentuk ramalan, mulai dari ramalan keadaan Indonesia sampai keadaan pribadi seseorang untuk rentang waktu sepekan, sebulan atau setahun ke depan, baik mengenai ekonominya, politiknya dan lain sebagainya. Ini semua adalah klenik-klenik yang menghancurkan negara besar ini yang katanya mayoritas muslim terbesar di dunia. Klenik ini juga yang menjadi faktor utama datangnya musibah-musibah yang silih berganti dan tidak akan pernah hengkang dari tanah air kita ini selama kemaksiatan syirik ini dan dosa-dosa besar lainnya masih gentayangan menghancurkan sendi-sendi kehidupan beragama kita. Wallahul Musta’an, hanya kepada Allah kita memohon pertolongan.
- F. Meniadakan Syirik Kepada Allah
Sesungguhnya meniadakan syirik dari Allah tidak akan sempurna kecuali dengan meniadakan tiga macam syirik:
- 1. Syirik Dalam Perbuatan Allah
Meyakini bahwa bersama Allah ada pencipta dan pengurus yang lain atau pemberi rizki, seperti keyakinan sebagian orang Sufi bahwa Allah telah menyerahkan sebagian kunci segala urusan kepada sebagian para wali, seperti wali Quthub diserahi untuk mengurus urusan-urusan tertentu. Bahkan ada orang sufi yang mengatakan dalam kitabnya, al-Kafi fi ar-Raddi ‘ala al-Wahabi; “Sesungguhnya Allah mempunyai hamba-hamba yang dapat mengatakan; KUN FAYAKUN untuk menciptakan sesuatu.” Padahal al-Qur’an telah membantah hal itu dengan firman-Nya, “Sesungguhnya putusan Allah jika menghendaki sesuatu cukup mengatakan KUN FAYAKUN.” (Q.S. Yasin: 82).
Bahkan di ayat yang lain Allah S.W.T. berfirman:
… ألا له الخلق والأمر… (الأعراف: ٥٤)
…Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah… (Q.S. al-A’raf: 54 )
- 2. Syirik Dalam Ibadah dan Do’a
Menyembah dan berdo’a kepada Allah dengan memohon kepada Allah, baik para Nabi atau orang-orang yang shaleh, seperti beristighasahdan berdo’a dengan mereka disaat susah dan senang.
إيّاك نعبد وإيّاك نستعين. (الفاتحة: ٥)
Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan. (Q.S. al-Fatihah: 5)
- 3. Syirik dalam Dzat dan Sifat Allah
Seperti keyakinan orang nashrani dengan aqidah trinitasnya dan keyakinan yahudi bahwa Uzair itu putera Allah dan seperti keyakinan bahwa Nabi juga para wali memiliki sifat seperti Allah. Umpamanya mengetahui urusan ghaib.
وعنده مفاتح الغيب لايعلمها إلاّ هو… (الأنعام: ٥٩)
Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib, tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri… (Q.S. al-An’am: 59)
- G. Bahaya-Bahaya Syirik
Syirik terdapat di dalam bahaya yang besar dan banyak, baik dalam kehidupan individu atau masyarakat yang intinya adalah sebagai berikut;
- 1. Syirik Akan Merendahkan Martabat Kemanusiaan
Sesungguhnya syirik itu akan merendahkan martabat kemanusiaan dan merusak citra kedudukan manusia yang terhormat, seperti halnya di India orang-orang menyembah sapi yang justru diciptakan Allah untuk membantu manusia dengan tenaganya dan dagingnya untuk dimakan. Demikian pula kita sering melihat orang-orang menghormati kuburan dan minta-minta di kuburan untuk mengatasi kebutuhan mereka, padahal dia yang dikubur adalah manusia biasa, tidak dapat menyelamatkan dirinya atau menolak bahaya yang akan menimpanya. Manakah kehinaan yang lebih rendah dari itu?
- 2. Syirik Adalah Sarang Takhayul dan Khurafat
Orang yang meyakini adanya kekuatan ghaib selain Allah, baik itu bintang, jin, roh, dan benda-benda tertentu – maka tentu saja akalnya akan senantiasa siap menerima segala khurafat dan meyakini setiap dajal dan dengan itu lakulah pasaran dukun, paranormal, tukang sihir, para astrolog (tukang nujum) dan lain sebagainya.
- 3. Syirik Adalah Dlalim yang sangat besar
Syirik adalah dlalim terhadap kebenaran, karena inti kebenaran itu adalah meyakini bahwa tiada tuhan selain Allah, tiada rabb selain Dia, tiada hukum yang paling benar kecuali hukum Allah. Tetapi orang musyrik telah menjadikan tuhan selain Allah dan mencari hukum dan undang-undang diluar hukum Allah. Syirik juga berarti dlalim terhadap diri sendiri karena yang musyrik telah menghambakan dirinyaa kepada makhluk lain yang sederajat atau bahkan lebih rendah dari dirinya, padahal Allah telah menciptakan manusia bebas dan merdeka.
Syirik juga berarti dlalim terhadap yang lain karena orang yang musyrik telah memberikan hak dan kedudukan kepada yang lain diluar keadaan yang sebenarnya.
- 4. Syirik Sumber Ketakutan dan Prasangka Buruk
Orang yang akalnya mempercayai khurafat dan meyakini kebathilan dan kebohongan, ia akan penuh rasa takut dari berbagai jalan karena dia akan bersandar kepada banyak tuhan (yang dipertuhan) yang kesemuanya tidak akan mampu mendatangkan manfaat dan menolak benana dari dirinya. Oleh karena itu akan tersebarlah di dunia syirik prasangka buruk kepada yang lain, rasa takut yang tidak beralasan.
سنلقي فى قلوب الذبن كفروا الرعب بما أشركوا بالله مالم ينزّل به سلطانا و مأواهم النار وبئس مثوى الظالمين (آل عمران: ١٥١)
Akan kami masukkan ke dalam hati orang-orang kafir rasa takut, disebabkan mereka mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah sendiri tidak menurunkan keterangan tentang itu. Tempat kembali mereka ialah neraka; dan itulah seburuk-buruk tempat tinggal orang-orang yang dlalim. (Q.S. Ali Imran: 151).
- 5. Syirik Akan Merusak Perbuatan Yang Bermanfaat
Orang yang musyrik akan senantiasa mengajarkan kepada para pengikutnya untuk mengandalkan para perantara dan pemberi syafa’at. Akhirnya mereka meninggalkan amal shaleh dan berbuat dosa karena mereka berkeyakinan bahwa mereka (para wali) akan memberi syafa’at di sisi Allah.
Ini adalah keyakinan orang arab sebelum Islam. Allah menceritakan tentang mereka;
ويعبدون من دون الله ما لا يضرّهم ولاينفعهم ويقولون هؤلاء شفعاؤنا عند الله قل أتنبّئون الله بما لايعلم في السمـوات ولافي الأرض سبحانه وتعالى عمّا يشركون (يونس: ۱٨)
Dan mereka memyembah selain daripada Allah apa yang tidak dapat mendatangkan kemudharatan kepada mereka dan tidak (pula) kemanfa’atan, dan mereka berkata, “Mereka itu adalah pemberi syafa’at kepada kami di sisi Allah”. Katakanlah, “Apakah kamu mengabarkan kepada Allah apa yang tidak diketahui-Nya baik di langit dan tidak (pula) di bumi?”. Mahasuci Allah dan Mahatinggi dan apa yang mereka mempersekutukan (itu). (Q.S. Yunus: 18)
Orang-orang Nashrani berani berbuat kemungkaran karena mereka berkeyakinan ada penebusan dosa.
Demikian juga sebahagian orang Islam berani meninggalkan yang wajib dan melakukan yang haramkarena mereka mengandalkan syafa’at guru dan wali mereka untuk masuk surga.
- 6. Syirik Menyebabkan Kekal Di Neraka
…إنه من يشرك بالله فقد حرّم الله عليه الجنّة ومأواه النار وماللظّالمين من أنصار (المائدة: ٧٢)
…sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang dlalim itu seorang penolongpun. (Q.S. al-Maidah:72)
- 7. Syirik Akan Memecah Belah Ummat
…ولاتكونوا من المشركين * من الذين فرّقوا دينهم وكانوا شيعا كل حزب بما لديهم فرحون (الروم: ۳۱-۳٢)
…dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah. Yaitu orang yang memecah-belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka. (Q.S. ar-Ruum: 31-32)
والله أعلم
الله يأخذ بأيدينا إلى مافيه خير للإسلام والمسلمين
[1] Hasan, Ahmad. Kitab at-Tashriyf. Penerbit: Raihan Bangil hal: 78
[2] Zakaria, Aceng. MATERI DA’WAH Untuk Da’i dan Mubaligh. 2004. Bandung: Risalah Press. hal 1
[14] Termasuk orang-orang yang dlalim; maksudnya dari orang yang menyekutukan Allah.
[15] Materi Da’wah. Loc. cit hal 77
[16] al-‘Asqalaniy, al-Hafidl Ibnu Hajar. Bulughul Maram. Surabaya: Darul Ilmi hal 302
-6.912430
107.606903